BELUM banyak yang mengetahui ada destinasi wisata di Dusun Sungai Arang Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Walaupun masih tergolong baru, setidaknya pada puncak pergantian tahun yakni pada Rabu (1/1) kemarin, kunjungan wisatawan mencapai dua ribuan orang.
Destinasi wisata di Dusun Sungai Arang itu, diberi nama Danau Kapau dengan hamparan luas mencapai empat hektar. Danau Kapau merupakan bekas galian tambang yang dilakukan PT Riau Bara Harum (RBH) belasan tahun lalu. Waktu tempuh menuju Danau Kapau di Dusun Sungai Arang dari Kota Rengat, mencapai sekitar 60 menit atau 20 menit dari Belilas.
Destinasi Danau Kapau yang sudah dikunjungi ribuan orang itu, ternyata dikelola sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Kebun Holiday. Di mana, anak muda yang tergabung dalam komunitas tersebut merupakan warga Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu.
“Baru sekitar delapan bulan atau sejak bulan Mei 2024 lalu, kami mengelola dan menjadikan bekas galian tambang menjadi tempat wisata,” ujar Ketua Komunitas Kebun Holiday, Alip Ramadani didampingi Wakil Ketua, Muhammad Abdullah, Jumat (3/1).
Kepada Riau Pos, keduanya menjelaskan asal usul pengelolaan Danau Kapau yang diawali dari pemikiran mereka usai pelaksanaan iven pacu sampan di Sungai Cenaku, Kelurahan Pangkalan Kasai. Di mana, mereka telah sukses melaksanakan iven pacu sampan, namun langsung vacum tanpa ada kegiatan.
Sementara panitia pelaksana iven pacu sampan, merupakan para pemuda dengan berbagai latarbelakang dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan, para pemuda yang tergabung, sangat membutuhkan aktifitas pekerjaan yang bisa membawa hasil secara ekonomi.
Selain itu, pada pelaksanaan iven pacu sampan, panitia pelaksana masih melakukan penggalangan dana dengan cara mendatangi sejumlah pelaku usaha. Kondisi itu, mulai bertentangan dengan hati nurani mereka.
Atas dasar itu, sambil nongkrong muncul ide untuk membuka usaha baru yakni membuka destinasi wisata. “Saya dan kawan-kawan juga berpikir, untuk kelanjutan pembibitan tanaman buah yang sudah digeluti sejak tahun 2021 lalu,” ungkapnya.
Pembibitan berbagai jenis tanaman buah itu sambungnya, dapat dikembangkan di kawasan wisata Danau Kapau. Hal itu juga sejalan dengan konsep wisata Danau Kapau yakni rindang, asri dan sejuk. Sehingga nyaman untuk pengunjung semua kalangan.
Ketika sudah dapat disepakati dengan jumlah anggota komunitas tidak lebih dua puluh orang, mereka meminta izin pengelolaan bekas tambang kepada pemerintah Kelurahan Pangkalan Kasai. Bahkan, dengan bermodalkan izin kelurahan, secara mandiri dan bergotong royong bersama, areal bekas galian tambang mulai ditebas menggunakan peralatan seadanya.
Waktu berjalan, ketika sejumlah fasilitas yang masih tergolong cukup sederhana, Komunitas Kebun Holiday mulai mengenalkan Danau Kapau kepada khalayak ramai melalui media sosial. Media sosial resmi Komunikasi Kebun Holiday itu di antaranya, Tiktok: wisatadanaukapau dan Instagram; wisatadanaukapau.
Bermodalkan hak pakai dari kelurahan atas bekas tambang tersebut, Danau Kapau terus saja kunjungi warga terutama di akhir pekan dan libur sekolah. Bahkan puncaknya terjadi pada libur panjang Natal dan tahun baru 2025. “Puncaknya tanggal 1 Januari 2025, pengunjung yang datang hampir dua ribu orang,” katanya.
Pengunjung yang datang tambahnya, berasal dari Tembilahan Kabupaten Inhil, sejumlah daerah dari Kabupaten Pelalawan, warga Kecamatan Peranap hingga ada satu keluarga dari Sumatera Barat (Sumbar). Pengunjung yang datang mengaku mengetahui Danau Kapau dari media sosial Komunitas Kebun Holiday.
Fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung sebut Alip yang hanya tamatan SMA, berupa saung-saung di bawah rindangnya pohon. Fasilitas pancing ikan, camping, kantin. Danau Kapau juga ada musala, toilet serta fasilitas swafoto.
Ke depannya, Komunitas Kebun Holiday menargetkan destinasi wisata Danau Kapau dapat membuka lowongan pekerjaan kepada anak muda di daerah itu. Begitu juga dengan keberadaan Danau Kapau hendaknya dapat memberi ruang kepada pelaku UMKM.
Komunitas Kebun Holiday juga membutuhkan uluran tangan sejumlah pihak terutama untuk peningkatan jalan masuk menuju kawasan wisata Danau Kapau serta butuh jaring listrik PLN. “Kedepannya kami juga merancang flaying fox, rumah pohon dan menara dan fasilitas penunjang lainnya,” beber Alip Ramadani.
Lebih jauh disampaikannya, nama Danau Kapau berasal dari bahasa Melayu kuno tepatnya di Kelurahan Pangkalan Kasai yang berarti arti rawa atau sungai kecil. Di mana, pemberian nama tersebut setelah menelusuri terlebih dahulu sejarah dengan tua-tau yang ada di Dusun Sungai Arang.
Struktur Organisasi dan Tarif di Kebun Holiday
Kebun Holiday, sebuah destinasi wisata yang menyuguhkan berbagai fasilitas rekreasi, memiliki struktur komunitas yang solid. Ketua Kebun Holiday, Alip Ramadani, memimpin dengan dukungan dari Wakil Ketua Muhammad Abdullah. Sekretaris yang bertanggung jawab atas administrasi adalah Barzan Zero SE, sementara Rahma Dian Tantri dipercaya sebagai Bendahara.
Komunitas ini terdiri dari 10 anggota yang aktif dalam mengelola berbagai kegiatan di Kebun Holiday. Untuk menikmati berbagai fasilitas yang ditawarkan, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp10.000. Bagi yang ingin memancing, sewa alat pancing tersedia dengan harga Rp25.000 untuk penggunaan sepuasnya. Sementara itu, bagi yang berminat berkemah, sewa tenda camping bisa didapatkan dengan tarif Rp 50.000 per malam.(gus)
Laporan KASMEDI, Inhu
Editor : Arif Oktafian