PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Selama beberapa hari terakhir suhu udara di Provinsi Riau nyaris mengalami peningkatan yang cukup signifikan berkisar antar 32 hingga 36° C .
Perubahan cuaca di Riau ini, terjadi akibat adanya gangguan pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan, Kamis (30/10/2025).
Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, cuaca panas terik yang terjadi di Kota Pekanbaru dn sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Riau diakibatkan karena adanya gangguan pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan.
Gangguan tekanan rendah tersebut menarik massa udara yang seharusnya membentuk awan hujan di wilayah Riau ke arah Laut Cina Selatan. Akibatnya, potensi pembentukan awan di Riau menjadi sangat minim.
Minimnya awan menyebabkan sinar matahari menyinari langsung permukaan bumi tanpa banyak hambatan, sehingga suhu udara meningkat signifikan.
Bahkan di siang hari, posisi matahari juga hampir tegak lurus di atas kepala dan membuat suhu mencapai titik maksimum hingga hampir 37°C.
Perkiraan cuaca di wilayah Provinsi Riau untuk sepekan depan dimanan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Kampar, Kota Pekanbaru, Bengkalis, dan Kuantan Singingi terjadi pada tanggal 2 November 2025.
Sedangkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di kabupaten Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan diperkirakan terjadi pada 31 Oktober, 1 hingga 2 November 2025.
Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi pada tanggal 30 hingga 31 Oktober 2025.
Suhu udara Riau selama sepekan kedepan berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 95% arah angin secara umum bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10 hingga 40 km/jam.
Melihat perubahan cuaca di Provinsi Riau ini, BMKG Pekanbaru mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menjaga kondisi lingkungan sekitar dengan tetap menjaga lahan agar lembab dengan cara menyiraminya, sehingga tidak berdebu dan mengurangi risiko kebakaran.
"Gunakan juga payung, jaket, dan tabir surya untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung, serta jangan lupa perbanyak minum air agar tubuh tetap terhidrasi,"tegasnya.
Editor : M. Erizal