BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Kampar. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Ahad (9/11/2025) tercatat dua peristiwa kebakaran lahan yang berhasil dipadamkan serta enam titik panas (hot spot) baru yang masih terpantau.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar, Agustar, melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita, menjelaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
Satgas gabungan berhasil menangani dua lokasi kebakaran lahan, meski di kedua titik tersebut masih terpantau sisa asap.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, di atas lahan milik masyarakat seluas sekitar 4,11 hektare.
Jenis lahan merupakan mineral gambut dengan vegetasi semak belukar, dan jenis kebakaran yang terjadi mencakup surface fire (di atas permukaan) serta ground fire (di bawah permukaan).
Petugas dari Satgas TRC BPBD Kampar bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi.
Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Lahan yang terbakar juga merupakan mineral gambut milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar.
Satgas gabungan melakukan langkah cepat berupa penyekatan, pemadaman, dan pendinginan agar api tidak meluas.
Enam Hotspot Baru Terdeteksi
Baca Juga: Suhu Udara Riau Capai 36°C, Sejumlah Daerah Masih Berpeluang Hujan
Berdasarkan pemantauan satelit pada Minggu (9/11/2025) pukul 01.06 WIB dan 01.28 WIB, terdeteksi enam titik panas dengan tingkat kepercayaan medium di beberapa wilayah Kabupaten Kampar.
Titik panas tersebut berada di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Desa IV Koto Setingkai, Kecamatan Kampar Kiri, Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, dan Desa Binamang, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Sementara itu, berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per pukul 17.00 WIB, kualitas udara di Kabupaten Kampar tercatat berada di angka 78, dengan parameter kritis PM 2.5. Nilai tersebut masih berada pada kategori sedang.
Di tengah kondisi karhutla, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan di wilayah Kampar. Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
Editor : Eka G Putra