Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dampak Letusan Gunung Semeru dan Penanganan Darurat

Redaksi • Senin, 24 November 2025 | 07:48 WIB

Pemotretan foto udara melalui drone pada kawasan yang terdampak awan panas guguran Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur, Ahad (23/11/2025).
Pemotretan foto udara melalui drone pada kawasan yang terdampak awan panas guguran Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur, Ahad (23/11/2025).


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Berdasarkan data sementara hingga Ahad (23/11/2025), lokasi terdampak berada pada 3 desa di 2 kecamatan.

Desa-desa terdampak yaitu Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Berdasarkan keterangan resmi dari BNPB, letusan Gunung Semeru berdampak pada korban jiwa terdapat 3 warga luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.

Sedangkan kerugian material terdiri dari rumah rusak berat 21 unit serta fasdik, faskes dan gardu PLN masing-masing rusak berat 1 unit. Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 ha rusak.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, terhitung 19 – 25 November 2025. Status aktivitas vulkanik gunung ini berada pada level tertinggi atau level IV (Awas).

BNPB telah mendampingi BPBD dalam penanganan darurat pasca-letusan Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Selain itu, bantuan didorong untuk memenuhi kebutuhan para warga terdampak erupsi.

Baca Juga: Lagi, Anak Gajah Sumatera Mati di Wilayah Konservasi


Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (23/11/2025), pukul 18.00 WIB, bantuan telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang berupa bantuan pangan dan non-pangan.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama antara BNPB dan perwakilan Komisi VIII DPR. Bantuan dimanfaatkan oleh mereka yang tempat tinggalnya terdampak maupun masyarakat sekitar yang turut terpapar abu vulkanik.

Bantuan BNPB tersebut meliputi matras 300 lembar, terpal 300 lembar, selimut 300 lembar, masker medis 200 boks, plastik sampah 200 paket dan alat kebersihan 150 paket, sedangkan pangan terdiri dari makanan siap saji 1.000 buah dan sembako 200 paket.

Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja.

Terkait dengan adanya pos pengungsian, BNPB memastikan pelayanan dasar kepada warga terpenuhi secara optimal.

BNPB mengapresiasi dukungan berbagai pihak, seperti pelayanan sejumlah dapur umum untuk masyarakat terdampak, seperti dari Palang Merah Indonesia, Universitas Brawijaya dan organisasi perangkat daerah.

Sedangkan di bidang medis, dinas setempat juga melakukan pelayanan kesehatan warga.

Di samping manajemen logistik, BNPB membantu untuk pemetaan dengan pesawat nirawak. Hari ini personel BNPB memotret dari udara kawasan hunian tetap Sumbermujur, serta aliran lahar hujan di jembatan Gladak Perak. 

Editor : Eka G Putra
#letusan gunung semeru #bnpb ri #Penanganan Darurat #bencana Gunung Semeru #erupsi gunung semeru