Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kebersihan Lingkungan Jadi Atensi Utama

Wira Saputra • Minggu, 14 Desember 2025 | 14:54 WIB
Wakil Bupati Meranti Muzamil Baharudin bersama jajaran ketika memantau lokasi Jalan Nelayan yang menjadi tempat sampah ilegal beberapa bulan lalu.
Wakil Bupati Meranti Muzamil Baharudin bersama jajaran ketika memantau lokasi Jalan Nelayan yang menjadi tempat sampah ilegal beberapa bulan lalu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti terus konsisten melakukan langkah serius untuk menangani masalah sampah di daerah setempat.


Bupati AKBP Purnawirawan H Asmar, mendelegasikan Wakil Bupati Muzamil Baharudin untuk memimpin persoalan tersebut.

Berbagai inisiatif dan program, telah diluncurkan dalam menunjukkan komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Apalagi beberapa bulan sebelum ini, pemerintah daerah setempat telah menggelar Peluncuran Program Pengurangan Sampah. Helat itu digagas dan dipimpin langsung oleh Muzamil. Sementara pelaksana ditunjuk khusus kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Meranti.

Muzamil menyampaikan bahwa permasalahan sampah ini adalah salah satu konsentrasinya bersama Pak Bupati sesuai dengan visi dan misi Asmar-Muzamil yaitu unggul, agamis dan sehjahtera.

Dikatakannya, untuk menjadi negeri yang unggul, agamis dan apalagi negeri yang sejahtera kata kunci pertamanya adalah bersih. Bersih pemerintahannya juga bersih lingkungannya, karena tidak ada daerah yang unggul jika daerahnya kotor.

Ia menyampaikan bahwa langkah ini tentu tidak dapat dlakukan sendiri. Ia mengaku telah memulai dengan pembentukan satuan tugas khusus.

Langkah lain, ia juga mengaku telah menerbitkan surat edaran gotong royong, yang ditindaklanjuti dengan melakukan road show ke dinas-dinas. Tentu ulaya itu dilakukan untuk memastikan semua dinas dalam keadaan bersih, sehat, teratur dan siap melayani masyarakat.

“Dari awal kami dilantik dengan Pak Bupati, kami terus menggesa masalah kebersihan di lingkungan pemerintahan, mulai dari bentuk satgas, mengeluarkan surat edaran goro, dan melakukan pemantauan yang dimulai dari lingkungan perangkat daerah,” terangnya.

Untuk itu ia meminta kepada OPD terkat dapat mengajak seluruh dinas, pihak swasta, lembaga adat, kementerian agama, perusahaan-perusahaan, perbankan bahkan unsur vertikal untuk bekerja sama.

“Bersama-sama memastikan Kabupaten Kepulauan Meranti ini menjadi kabupaten yang bersih, unggul, agamis dan sejahtera,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkimtan-LH Agustiono mengaku telah menangkap dan menjalankant tugas tersebut. Namun ia masih berharap dukungan dari seluruh pihak agar komitmen ini dapat berjalan dengan baik. Terutama, katanya, dalam menyatukan langkah serta menjawab tantangan besar dalam menghadapi persoalan sampah di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini.

Apagi persoalan sampah ini sudah menjadi isu global bahkan mendunia terkait pengelolaan sampah, kita ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki semangat dan kemampuan untuk menjadi tauladan.

Karena menurutnya, persoalan sampah tidak harus bertumpu pada kekuatan pemerintah semata, tetapi bisa digerakkan melalui partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan mengubah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.

Karena dari beberapa titik tempat pengumpulan sampah seperti pasar sandang pangan, pasar modern dan beberapa tempat lainnya, sampah yang dihasilkan tidak sedikit. Setidaknya, setiap hari bisa menghasilkan lebih kurang 45 kubik.

Dari sekian banyak produksi yang dihasilkan oleh rumah tangga itu, sebenarnya kata dia keberadaan sampah dominan masih bernilai ekonomis. Sehingga, semua sampah yang dihasilkan langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

“Dari sampah yang kita buang selama ini, sekitar 28 persennya merupakan sampah bernilai ekonomis. Namun, hingga saat ini sampah bernilai ekonomis itu belum terkelola,” ujarnya.

Di sisi lain, kata kata Agus lagi, mereka sudah ada upaya pengurangan sampah. Yaitu, dengan cara mengumpul sampah-sampah plastik (gelas dan botol bekas, red) dan ditampung di Kantor DLH.

Kegiatan ini diberi nama Bank Sampah Pembangunan I Lestari.”Upaya pengurangan sampah ini kita mulai dari lingkungan kantor dulu. Kita kumpul dan kita tampung di sini dan kita olah,” ujarnya.

Selain upaya itu sejumlah langkah telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, seperti Pembentukan Satgas Sampah.

Pembentukan Satuan Tugas Pengelolaan Sampah melalui SK Bupati No. 151/HK/KPTS/III/2025. Satgas ini bertugas menyusun langkah konkret, sosialisasi, dan penanganan sampah secara terarah dan efektif. Pemkab menekankan pentingnya melibatkan lintas sektor agar tidak ada ego sektoral antar instansi.

DLH terus menata kawasan kumuh dan titik pembuangan sampah liar. Seperti Jalan Nelayan, yang sejak bertahun-tahun dikenal sebagai lokasi penumpukan sampah rumah tangga, kini mulai tampak bersih dan terkelola.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah yang sebelumnya menutupi bahu jalan dan mengeluarkan aroma tidak sedap telah berhasil dibersihkan. Area yang dulunya menjadi lokasi pembuangan liar kini terlihat lebih tertata, setelah DLH melakukan pembersihan rutin, sosialisasi, dan pemasangan imbauan larangan membuang sampah sembarangan.

Agustiono, mengatakan bahwa perubahan kondisi Jalan Nelayan tidak terlepas dari kolaborasi antara petugas kebersihan, pemerintah setempat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat.

“Dulu Jalan Nelayan ini menjadi salah satu titik pembuangan sampah liar yang cukup memprihatinkan. Sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih bersih. Ini hasil kerja bersama dan dukungan masyarakat yang mulai patuh dalam membuang sampah pada tempatnya,” ujar Agustiono.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak hanya mengandalkan aksi bersih-bersih, tetapi juga melakukan pendekatan kepada warga sekitar agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. DLH juga menambah pola pengawasan serta menempatkan petugas secara berkala untuk memantau kondisi lokasi.

“Kita terus melakukan edukasi dan patroli. Setiap ada indikasi kembali muncul timbunan sampah, petugas langsung turun. Ini penting agar masyarakat tahu bahwa lokasi ini bukan lagi tempat pembuangan,” jelasnya.

Agustiono menambahkan bahwa DLH akan terus memperbaiki tata kelola persampahan di wilayah kota, termasuk menyediakan armada angkutan sampah yang lebih optimal serta mendorong masyarakat memilah sampah rumah tangga.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kondisi ini. Kalau Jalan Nelayan sudah bersih, mari sama-sama pertahankan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya.

Upaya ini diharapkan menjadi contoh bagi kawasan lain di Selatpanjang yang masih menghadapi permasalahan serupa, sehingga lingkungan kota dapat berubah lebih tertib, sehat, dan nyaman.(nda)

Editor : Bayu Saputra
#lingkungan #bank sampah #pemkab meranti #meranti