KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Tahun 2026 sering kali digambarkan sebagai puncak dari lompatan teknologi. Di kota-kota besar, mobil terbang mulai mengisi koridor langit, dan algoritma mengatur hampir setiap denyut nadi kehidupan manusia.
Namun, di Kabupaten Kampar, sebuah kesadaran radikal justru muncul dari balik seragam cokelat. Polres Kampar menyadari satu hal yang sering luput dari kalkulasi kemajuan, bahwa tanpa oksigen yang cukup, teknologi secanggih apa pun hanyalah ornamen di atas planet yang sekarat.
Pada Sabtu pagi (24/1), tepat pukul 09.00 WIB, di Jalan Tuanku Tambusai Bangkinang Kota, sebuah aktivitas yang jauh dari kesan militeristik berlangsung di kawasan Bank Pohon Setia.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan S bersama Wakapolres Kompol Rizki Hidayat memimpin barisan personelnya bukan untuk latihan menembak atau patroli keamanan siber, melainkan untuk melakukan “perawatan aset paling berharga”—yakni bibit-bibit pohon.
Lebih dari sekedar penghijauan, sebuah konsep “Perbankan” ekologi nama “Bank Pohon Setia” bukanlah sekadar kiasan estetis. Konsep yang diusung oleh Polres Kampar ini mengadopsi prinsip perbankan, pengumpulan, penyimpanan, dan penyaluran aset.
Bedanya, yang disimpan di sini bukanlah lembaran uang, melainkan bibit-bibit pohon yang telah diseleksi untuk menjadi benteng pertahanan bagi ekosistem Riau yang kian rentan.
“Dunia saat ini sedang menghadapi paradoks. Kita semakin kaya secara digital, namun semakin miskin secara biologis. Bank Pohon Setia adalah jawaban kami untuk menyeimbangkan neraca tersebut,” ungkap AKBP Boby Putra Ramadhan S sambil memeriksa kesehatan bibit yang tampak hijau segar di bawah naungan jaring peneduh.
Di tengah memburuknya kualitas udara akibat sisa-sisa polusi industri dan tantangan krisis iklim global yang kian nyata di tahun 2026, pohon dipandang sebagai “teknologi” tercanggih yang pernah diciptakan alam untuk menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen secara konsisten.
Sinergi di Balik Lahan Hijau
Aksi pagi itu memperlihatkan wajah humanis dan ekologis dari institusi kepolisian. Kehadiran para perwira utama seperti Kasat Lantas AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, Kasat Binmas AKP Nanang Pujiono, KBO Samapta Ipda Davit Gusmanto, serta anggota Satlantas menciptakan pemandangan yang harmonis.
Mengenakan kaos olahraga dan sepatu lapangan, mereka tampak telaten mencabut rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit, memastikan sistem pengairan bekerja maksimal, dan memupuk tanah dengan bahan organik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga mengamankan masa depan ekosistem tempat tinggal masyarakat itu sendiri,” tambah Kompol Rizki Hidayat.
Pohon Sebagai Solusi Ekonomi Hijau dan Energi Terbarukan
Kapolres Kampar memiliki visi yang melampaui sekadar menanam. Ia memaparkan bahwa di masa depan, pohon akan menjadi jantung dari ekonomi hijau. Pohon bukan lagi sekadar kayu, melainkan sumber bio-material, sebagai bahan baku industri masa depan yang mampu terurai secara alami (biodegradable).
Juga sebagai mitigasi mikro iklim.nMenurunkan suhu lokal di area perkotaan Kampar yang kian padat. Juga menjadi energi terbarukan.a Pemanfaatan biomassa yang terkelola dengan baik sebagai sumber energi ramah lingkungan.
“Kita harus mengubah pola pikir. Pohon bukan penghambat pembangunan, melainkan modal utama pembangunan berkelanjutan. Kita harus mulai berpikir bagaimana memanfaatkan pohon tanpa harus mematikannya,” tegas AKBP Boby.
Menginspirasi Masyarakat Melalui Teladan
Melalui Bank Pohon Setia, Polres Kampar juga meluncurkan pesan edukatif kepada masyarakat luas. Mereka berharap warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga tergerak untuk membangun “bank pohon” kecil di pekarangan rumah masing-masing.
Di tahun 2026 ini, kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk bertahan hidup.
Kegiatan rutin ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Kampar tidak kehilangan jati dirinya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat di tengah arus modernisasi.
Di saat banyak pihak sibuk mengejar keuntungan sesaat, Bank Pohon Setia tetap setia pada misinya menjaga napas kehidupan agar tetap berembus bagi generasi yang akan datang.
Seiring berlalunya waktu menuju siang hari, area Bank Pohon Setia tampak lebih rapi dan segar. Bibit-bibit yang dirawat hari ini mungkin masih kecil, namun dalam hitungan tahun, mereka akan menjadi raksasa hijau yang menjaga langit Kampar tetap biru.(nda)
Editor : Bayu Saputra