BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem, meski tidak ada laporan kejadian bencana hidrometeorologi hingga Senin (3/8/2026) sore.
Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar.
Wilayah yang masuk dalam zona rawan potensi cuaca ekstrem meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar Kiri Hulu, Koto Kampar Hulu, Bangkinang Kota, Kampar, Kuok, Kampar Kiri, Tapung, Tapung Hulu, Salo, Rumbio Jaya, Bangkinang, Kampar Utara, dan Gunung Sahilan.
Secara umum, prakiraan cuaca di Kampar terpantau cerah dengan suhu 26–28°C, kelembapan udara 86 persen, dan kecepatan angin 5,3 km/jam. Sementara itu, kualitas udara berada pada kategori sedang dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di angka 92.
Untuk elevasi Waduk PLTA Koto Panjang, tercatat stabil pada angka 80,11 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan debit air masuk (inflow) dan keluar (outflow) sebesar 133,28 m³/detik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Adi Candra Lukita mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca Juga: Pertamina Raih Kategori Ini di Ajang JawaPos.com Digital Excellence Award 2026
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan atau bermukim di daerah rawan, untuk tetap siaga. Selalu pantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD, serta segera laporkan jika terjadi kondisi darurat atau potensi bencana," kata Adi.
BPBD Kampar memastikan pemantauan terhadap kondisi cuaca, kualitas udara, hingga elevasi air PLTA Koto Panjang akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi dini terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.(kom)
Editor : Eka G Putra