PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya menyelamatkan pohon pelindung yang terdampak pelebaran jalan di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil. Puluhan pohon yang sebelumnya dipindahkan ke kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Tenayan Raya kini kembali tumbuh dan menghijau.
Pohon-pohon tersebut merupakan tanaman yang berada di sejumlah ruas jalan yang terdampak proyek pelebaran jalan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru memilih memindahkannya agar tetap dapat tumbuh dan tidak ditebang.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan pohon yang dipindahkan terdiri dari berbagai jenis dengan usia belasan hingga puluhan tahun. ”Ada pohon mahoni, Ketapang, Kayu Putih, Palm, dan Tabebuya. Sudah 25 batang pohon yang sudah tertanam kembali,” kata Reza, Selasa (15/9).
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Imbau Jangan Buka Lahan Dengan Cara Membakar saat PT RLZ Bentuk MPA Desa Peladangan
Selain di Kompleks Perkantoran Pemko Pekanbaru, sebagian pohon juga dipindahkan ke kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Hingga saat ini, sebanyak 25 batang pohon telah ditanam kembali dan menunjukkan pertumbuhan.
Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang terdampak pelebaran antara lain Jalan Soekarno-Hatta, Tuanku Tambusai, Sisingamangaraja, dan HR Soebrantas.
Reza memastikan pohon-pohon tersebut mendapat perawatan secara berkala. Proses pemindahan juga dilakukan secara hati-hati agar tanaman dapat kembali tumbuh dengan baik.
”Sesuai arahan bapak wali kota, bahwa Pekanbaru ini menuju Green City. Oleh karena itu dilakukan proses pemindahan dengan hati-hati, ada kajiannya,” jelasnya.
Baca Juga: 20 Ribu Masker untuk Masyarakat saat Kabut Asap Melanda Dibagikan dalam Program BSP Peduli
Ia menambahkan, setelah pekerjaan pelebaran jalan selesai, DLHK akan meminta pohon pengganti untuk ditanam kembali di sepanjang ruas jalan tersebut sebagai pohon pelindung.(ilo)
Editor : Arif Oktafian