Mahasiswa UHTP Ajak Warga Olah Sampah Jadi Kompos

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:44 WIB
FOTO BERSAMA: Mahasiswa PBL UHTP, Pembimbing Akademik Nila Puspita Sari  SKM MKM, Pembimbing Lapangan Rini Elvia AMK, Lurah Simpang Baru Muhammad Zulfi Sahri MPd dan Kepala UPTD Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani foto bersama usai PBL, belum lama ini. (UHTP untuk Riau Pos)
FOTO BERSAMA: Mahasiswa PBL UHTP, Pembimbing Akademik Nila Puspita Sari SKM MKM, Pembimbing Lapangan Rini Elvia AMK, Lurah Simpang Baru Muhammad Zulfi Sahri MPd dan Kepala UPTD Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani foto bersama usai PBL, belum lama ini. (UHTP untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebiasaan membakar sampah yang mencemari udara kini mulai ditinggalkan warga RW 06 Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya. Perubahan ini berkat gerak nyata mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) Kelompok 6 yang mengajak warga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.

Melalui tiga tahap Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) sepanjang 2026, para mahasiswa dibimbing Pembimbing Akademik Nila Puspita Sari SKM MKM, dan Pembimbing Lapangan Rini Elvia AMK dengan dukungan Lurah Simpang Baru Muhammad Zulfi Sahri MPd dan Kepala UPTD Puskesmas Simpang Baru drg Hidayani. Pada PBL 1, mahasiswa mendata 72 kepala keluarga di RT 01, 02, dan 03. Hasilnya, pengelolaan sampah menjadi masalah utama: 10 KK (13,9 persen) masih membakar sampah. 

Dalam Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) I, 4 Februari 2026, sampah pun ditetapkan sebagai prioritas dengan skor Urgency, Seriousness, Growth   (USG) tertinggi 69. Aksi langsung dilakukan. Gotong royong memilah sampah pada 8 Februari, lalu penyuluhan dan praktik pembuatan kompos pada 9 Februari 2026 di rumah Ketua RT 01, diikuti 17 warga. Tutorial juga dibagikan via WhatsApp agar bisa dipraktikkan mandiri. Hasilnya menggembirakan. 

Baca Juga: Selamatkan Lingkungan, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Wujudkan Pelestarian Lingkungan Lewat Budidaya

Pada monitoring PBL 3 kepada 15 responden, warga yang membakar sampah anjlok dari 20 per­sen menjadi nol persen. Sebanyak 60 persen warga sudah membuat kompos, dan 73,3 persen mulai memilah sampah. Warga mengaku terbantu, meski masih terkendala waktu, bau, dan wadah.

Temuan ini dibahas dalam MMK II pada 17 September 2026, dan dilanjutkan penyuluhan door to door pada 20 September 2026 tentang pengurangan polusi udara di musim kabut asap karhutla, lengkap dengan pembagian poster dan masker. 

Kelompok 6 pun menyiapkan tindak lanjut: edukasi pemilahan sampah, pembagian starter kit EM4 gratis, dan pendampingan kader lingkungan. Harapannya, sampah tak lagi jadi masalah, tapi jadi berkah untuk lingkungan. (nto/c)

Editor : Arif Oktafian
Kelompok 6 UHTP uhtp universitas hang tuah pekanbaru mahasiswa uhtp