JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perjuangan honorer K2 untuk mendapatkan status pegawai negeri sipil terus dilakukan. Aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Istana Negara pun dilakukan. Di balik keramaian aksi, ternyata para pengurus Forum Honorer K2 mendapatkan hal yang tidak mengenakkan.
Sejumlah pengurus mendapatkan tekanan dari kalangan intelijen. Tidak hanya sebelum aksi, tapi saat aksi berlangsung mulai 10 Februari.
"Kami diintimidasi tidak hanya oleh intel Polri saja. Dari BIN dan intel TNI mulai Kodim, Koramil, Kodam‎ mengintimidasi kami," kata seorang pengurus FHK2I yang kemudian dibenarkan rekannya yang lain, saat ditemui di tengah aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Kamis (11/2/2016).
Pengurus FHK2I yang minta namanya tidak disebutkan itu khawatir dikejar lagi. Disebutkan, sebelum aksi berlangsung seluruh inteligen dari Polri, BIN, dan TNI melakukan tekanan-tekanan.
"Kami ini diperlakukan seperti teroris saja, sampai diinterogasi berkali-kali. Bahkan saat aksi berlangsung, beberapa kawan kami sampai "ditahan" untuk diinterogasi," bebernya.
Kondisi ini, lanjutnya, berbeda dengan aksi 15 September 2015. Di mana tidak ada intimidasi.
"Rupanya para intelijen ini khawatir dengan pasukan berani mati FHK2I. Mereka juga curiga dengan aksi jihad akbar. Makanya kawan-kawan kami dikorek-korek terus apakah ada yang menunggangi. Padahal ini murni perjuangan honorer K2," katanya.(esy)
Laporan: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga
Editor : RP Redaksi