Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pembelian Beras di Minimarket di Jakarta Dibatasi, Aprindo: supaya Tidak Ada yang Beli Berlebihan

Redaksi • Selasa, 13 Februari 2024 | 21:05 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey (tengah) dalam konferensi pers di Epicentrum Walk Mall, Jakarta Selatan, Rabu (15/11). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey (tengah) dalam konferensi pers di Epicentrum Walk Mall, Jakarta Selatan, Rabu (15/11). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Beras premium langka di sejumlah minimarket Jakarta dalam sepekan terakhir. Akibatnya, sejumlah minimarket justru melakukan pembatasan pembelian sebanyak 2 pak atau 10 kilogram untuk satu orang.

Terkait itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan pembatasan itu dilakukan sebagai bentuk pemerataan supaya tidak ada yang beli secara berlebihan.

"Pembatasan itu supaya ada pemerataan, jadi kita membatasi setiap konsumen, supaya ada pemerataan. Jadi, tidak ada yang beli berlebihan," kata Roy Nicholas Mandey saat ditemui di Kantor Food Station PT Tjipinang Jaya, Jakarta, Senin (12/2).

Baca Juga: Harga Beras Terus Naik, Tomat Tembus Rp29 Ribu

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa pembatasan juga dilakukan untuk memastikan bahwa beras di ritel hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Sehingga dikhususkan untuk kebutuhan konsumsi saja, bukan untuk disimpan atau pun di jual kembali.

"Tidak ada yang menyimpang karena kan kebutuhan rumah tangga. Konsumsi rumah tangga yang di ritel itu untuk kebutuhan rumah tangga bukan untuk disimpan lagi atau untuk dijual lagi dan lain sebagainya," imbuhnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pembatasan yang dilakukan di hampir seluruh ritel itu adalah bentuk pemerataan. Sehingga, masyarakat bisa memperoleh beras maksimal 10 kilogram.

"Pembatasan di seluruh ritel itu pemerataan. Karena kalau ritel belinya 10 ton, itu bukan ritel namanya. Kalau mau belinya 5-10 ton, mainnya ke Pasa Induk Cipinang. Beli di sini, 5-10 ton, ada," kata Arief.

Baca Juga: Bulog Bengkalis Pastikan Stok Beras Aman

“Tapi kalau ke ritel 10 kg. Di rumah kita, cadangan paling kan 5-10 kg. Kalau di rumah kita ada 10 ton, itu namanya tukang jualan,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com, pembelian beras di salah satu ritel di daerah Pancoran, Jakarta Selatan dibatasi hanya 2 pak untuk satu orang. Aturan itu sebagaimana tertulis dalam pengumuman yang dipasang di rak beras-beras premium di ritel tersebut.

Sementara untuk beras khusus, seperti pandan wangi, organik dan impor memang tidak ada pembatasan. Hanya saja, dari sisi harga tentu sangat berbeda jauh dengan beras premium. Jika beras khusus bisa mencapai Rp 150.000 untuk 5 kilogram, untuk beras premium dibanderol sekitar Rp 69.000.

Sumber: Jawapos.com

Editor : M. Erizal
#langka #beras #bulog