Perusahaan BUMN maupun swasta nasional akan diajak "gotong-royong" menyukseskan program ini. Dengan pendekatan gotong royong, Budiman berharap terbangun kondisi everybody happy. Sebab setiap pemangku kepentingan mendapatkan manfaat.
"Dengan tetap memastikan negara bisa memenuhi komitmennya memberi makan siang dan minum susu gratis secara efektif dan efisien," terangnya, Kamis (22/2).
Dia memperkirakan, pada tahun perdana nanti implementasi program makan siang dan susu gratis akan membutuhkan Rp120 triliun. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan pembiayaan melalui APBN hanya 50-60 persen.
Sementara sisanya dapat dicapai melalui pendekatan collaborative farming bersama industri pangan, baik swasta, nasional dan BUMN Pangan. "Industri pangan swasta nasional dan BUMN Pangan ditargetkan untuk membiayai sekitar 40-50 persen dari kebutuhan," ujarnya.
Pemerintah, lanjut dia, akan mendapatkan suplai bahan pangan sesuai kebutuhan program. Sementara mitra-mitra industri pangan tersebut mendapatkan kepastian suplai komoditas industrinya dari sumber produksi pangan yang sama di desa-desa mitra program.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi