Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Zakat Fitrah yang Setara 2,5 Kg Beras Berpotensi Jadi Rp55 Ribu

Redaksi • Sabtu, 9 Maret 2024 | 16:16 WIB

Petugas Amil Zakat melayani umat Islam yang membayar zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/4/2023).
Petugas Amil Zakat melayani umat Islam yang membayar zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/4/2023).
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berencana menetapkan besaran zakat fitrah 2024 sebesar Rp55 ribu untuk setara beras seberat 2,5 kilogram. Angka tersebut menyesuaikan harga beras yang terus naik saat ini.

Ketua Baznas RI Noor Achmad mengungkapkan, sebelumnya, pihaknya sudah menetapkan acuan sebesar Rp45 ribu/orang. Namun, besaran itu akan ditinjau kembali merespons kondisi harga bahan pokok saat ini. Nilainya naik menjadi Rp55 ribu.

"Saat rapat manajemen akan kita tetapkan Rp55 ribu per kepala mengingat harga beras naik tajam. Itu setara dengan 2,5 kilogram untuk satu kepala. Jika ada yang menambahi jadi Rp60 ribu sampai Rp100 ribu per kepala, tidak ada masalah," paparnya di Jakarta kemarin.

Dalam kesempatan itu, dia turut menyampaikan target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang Ramadan 1445 Hijriah/2024. Tahun ini pengumpulan zakat ditargetkan mencapai Rp430 miliar.

Target tersebut meningkat ketimbang Ramadan 2023. Tahun lalu dana ZIS Baznas Pusat yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp336 miliar.

Sementara itu, pimpinan Baznas bidang pengumpulan Rizaludin Kurniawan menambahkan, untuk mewujudkan target, Baznas berupaya melakukan berbagai strategi pengumpulan. Salah satunya memperkuat zakat perusahaan dan program zakat karyawan langsung untuk korporasi perorangan.

"Target penghimpunan ZIS Rp430 miliar ini hanya untuk di Baznas Pusat, sementara target penghimpunan ZIS nasional selama Ramadan 2024 sebesar Rp11 triliun (on balance sheet dan off balance sheet, Red)," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Baznas juga akan memperkuat program di luar negeri kerja sama dengan badan filantropi luar negeri seperti yang sudah dilakukan dengan KSrelief. Ada pula zakat priority, yang merupakan perolehan zakat perorangan di atas Rp250 juta.

Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati terhadap perbedaan awal puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie mengungkapkan, puasa Ramadan 1445 H/2024 M di Indonesia dipastikan tidak diawali secara bersama-sama.

Mayoritas umat Islam akan mengawali puasa Ramadan 1445 H pada 11 dan atau 12 Maret. Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa Ramadan pada 11 Maret 2024. Sementara itu, pemerintah baru akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1445 H pada 10 Maret 2024. Sidang bakal memutuskan apakah puasa Ramadan tahun ini dimulai pada 11 atau 12 Maret.

Meski demikian, ada kelompok jemaah yang sudah mulai puasa pada 7 Maret. Ada juga yang akan memulai berpuasa pada 10 Maret. "Kita hormati pilihan dan keyakinan umat Islam dalam mengawali puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Sikap saling menghormati perlu dikedepankan dalam menyikapi perbedaan," ujarnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#harga beras #zakat fitrah #puasa ramadan