Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Marsekal Dua F Sukma Wahyudin, Dokter Pribadi Presiden Jokowi, Jualan Rokok di Pinggir Jalan demi Kuliah Kedokteran

Redaksi • Sabtu, 9 Maret 2024 | 21:35 WIB

Marsda TNI AU F. Sukma Wahyudin, anggota TNI yang pernah menjadi dokter pribadi presiden RI Joko Widodo.
Marsda TNI AU F. Sukma Wahyudin, anggota TNI yang pernah menjadi dokter pribadi presiden RI Joko Widodo.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Tidak terhitung banyaknya orang yang sukses meraih mimpi dan kesuksesan lewat jalan yang berat dan keras. Marsekal Dua (Marsda) F Sukma Wahyudin adalah salah satunya.

Wajar jika namanya terdengar asing di telinga, sebab Sukma bukanlah sosok influencer atau public figure yang kerap wara-wiri di media sosial. Sukma sejatinya adalah seorang dokter dan anggota TNI AU bintang dua yang hingga kini masih menjadi anggota tim kedokteran kepresidenan RI.

Di periode pemerintahan pertama presiden Joko Widodo pada 2014-2019, Sukma bahkan dipercaya menjadi dokter pribadinya. Sukma merupakan putra seorang polisi berpangkat Peltu yang selalu gigih untuk mengenyam pendidikan tinggi di kota besar di luar Sukabumi.

Sejak SD hingga SMA di Sukabumi dan melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran Undip Semarang, lalu melanjutkan ke Unhas Makassar di Program Pendidikan Spesialis Saraf dan Magister Biomedik. Dan pendidikan terakhir di ilmu manajemen UNJ Jakarta dengan titel S3 (doktor) di tahun 2023.

Lewat keterangan tertulisnya, Sukma sedikit membagikan kisah perjuangannya dalam mendapatkan titel dokter.

"Saat itu tahun 1986 setelah lulus SMA karena tidak punya biaya kuliah, saya mengumpulkan uang dengan berjualan rokok asongan dipinggir jalan ke arah Jampang Kulon, karena saking ingin kuliah di kedokteran," ujar Sukma.

"Sambil jualan, saya belajar soal-soal untuk masuk ke perguruan tinggi. Alhamdulillah tahun 1987 lulus ujian Sipenmaru di Fakultas Kedokteran Undip Semarang. Waktu kuliah pun jadi asisten dosen di Bagian Biokimia," imbuhnya.

Di tahun 1992, Sukma menjadi mahasiswa yang ikut program Perwira beasiswa ABRI Angkatan V. "Jadi waktu Koas atau dokter muda saya sudah berangkat Letnan Dua," ujar ayah dari empat anak itu. Setelah lulus dari FK Undip tahun 1994, Sukma langsung mengabdi sebagai dokter TNI AU sampai sekarang.

Pada awal Maret 2020, Sukma ikut bergabung dengan tim pokja Universitas Pertahanan dalam pendirian program S1 di fakultas kedokteran dan Farmasi.

"Waktu itu saya dinas sebagai Kepala Lakespra. Saya ikut membantu membuat kurikulum FK, struktur organisasi, membuat kerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada dan Unair, juga perekrutan dosen-dosen FK," tuturnya.

"Karena pendirian Fakultas Kedokteran, Farmasi, MIPA dan Fakultas Teknik merupakan perintah Menhan, ya saya hanya membantu mewujudkan saja," ujar Sukma yang pada bulan Maret 2023 dipercaya menjadi Wakil Rektor Unhan bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#dokter pribadi #marsda #Prsiden Jokowi