JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan seiring masuknya musim hujan di Indonesia. Praktisi Kesehatan Masyarakat dr Ngabila Salama mengatakan, pencegahan penyakit DBD dapat dilakukan bersama lingkungan masyarakat.
Ia mengatakan, tindakan pemberantasan sarang nyamuk dan vaksinasi menjadi langkah penting yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit DBD.
"Gerakan 1 rumah 1 kader jumantik (G1R1J), lakukan 3M plus minimal seminggu sekali tiap hari Jumat dan selalu menjaga kebersihan dan kerapian rumah," ujar dr. Ngabila kepada wartawan, Jumat (15/3).
Baca Juga: Kapolres Kampar Bersama PJU Bagikan 200 Takjil untuk Masyarakat di Pos Pam Lapangan Merdeka
"Memelihara tanaman pengusir nyamuk seperti sereh, lavender, dan ikan pemakan jentik seperti cupang," sambungnya.
Selain itu, dr. Ngabila juga menyebut bahwa perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah juga menjadi penting untuk mengantisipasi nyamum demam berdarah.
"Jangan ada baju-baju menggantung sumber sarang nyamuk dan jentik. Juga masih ada daerah di Jakarta yang tanah kosong atau fasilitas umum yang perlu dipantau juga 3M-nya," ungkapnya.
Baca Juga: Jangan Sedih! MenPAN-RB Sebut Honorer dan Perangkat Desa Tak Dapat THR
Ia menerangkan, nyamuk DBD biasanya aktif pada jam 08.00-10.00 pagi dan 16.00-18.00 WIB malam. Oleh karena itu, akan lebih baik melakukan penyemprotan nyamuk atau menggunakan lotion antinyamuk di jam tersebut.
Sebelumnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) pada anak meningkat di Jakarta. Peningkatan kasus DBD ini polanya memang sering terjadi setiap tahun karena musim hujan yang mulai berlaku di sebagian besar wilayah di Indonesia.
"Ya, betul (kasus DBD anak meningkat di Jakarta)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawi saat dihubungi wartawan, Jumat (15/3).
Baca Juga: Kabur ke Semak-Semak, Badan Ditimbun Dedaunan, Tersangka Penganiayaan Ditangkap Polisi
Ia belum merincikan data terkait meningkatnya kasus DBD pada anak di Jakarta. Ani tak lagi membalas pesan lebih lanjut terkait pertanyaan tersebut.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman