Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Idulfitri dan Iduladha Diakui UNESCO

jpg • Sabtu, 30 Maret 2024 | 09:57 WIB
Unesco
Unesco

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kabar bahagia datang di bulan Ramadan. Idulfitri dan Iduladha kini telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai hari besar keagamaan. Hal itu terwujud berkat usulan Indonesia yang didukung negara-negara lainnya.

Pengajuan usulan tersebut disampaikan Dubes RI untuk Paris yang juga merupakan delegasi tetap RI untuk UNESCO Mohamad Oemar. Yakni, saat sidang ke-219 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris pada 26 Maret 2024. Usulan tersebut kemudian disetujui secara aklamasi dan diadopsi sebagai hasil putusan sidang.

Salah satu poin keputusannya adalah meminta UNESCO memastikan bahwa pada kedua hari tersebut UNESCO tidak akan melakukan pertemuan resmi apa pun di markas besar UNESCO di Paris.

’’Alhamdulillah, atas usulan Indonesia, dan didukung lebih dari 30 negara, UNESCO telah mengakui Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha sebagai hari besar keagamaan,’’ ujar Oemar, Jumat (29/3).

Beberapa negara yang ikut mengajukan pengakuan itu, antara lain, Aljazair, Bangladesh, Kolombia, Pantai Gading, Djibouti, Mesir, dan Yordania. Lalu, ada Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mali, Mauritania, Maroko, Oman, Filipina, Qatar, Federasi Rusia, Arab Saudi, Negara Palestina, Sudan, Republik Arab Suriah, Tunisia, Yaman, dan lainnya.

Dalam dokumen resmi di situs UNESCO disebutkan bahwa pengakuan tersebut merupakan komitmen UNESCO dalam merangkul keragaman budaya dan agama dari negara anggota. Itu juga berarti pengakuan UNESCO atas makna-makna yang ada di balik perayaan muslim. Sebagaimana introspeksi, persahabatan, dan penanaman nilai-nilai syukur, tidak mementingkan diri sendiri, empati, dan kasih sayang.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) Anna Hasbie mengaku bersyukur atas pengakuan tersebut. Pengakuan itu menjadi tanda penghormatan terhadap warisan tradisi Islam yang kaya, sekaligus menunjukkan upaya untuk semakin inklusif.

’’Tentu kami berharap pengakuan ini bisa terus meningkatkan komitmen kami untuk saling menghargai dan menghormati keragaman,’’ ungkapnya.

Sebagai informasi, Indonesia telah menjadi anggota UNESCO sejak 1950. Pada 2023, Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2023–2027. Dengan posisi saat ini, Indonesia bisa berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan strategis terkait program UNESCO.(mia/c12/bay/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#UNESCO 2024 #idul fitri #hari besar keagamaan #idul adha