JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menjelang hari raya Idul Fitri, umat muslim berbondong-bondong pulang kampung atau mudik agar bisa merayakan Lebaran bersama sanak keluarga. Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia ketika Lebaran tiba.
Perlu diingat, mudik bisa menjadi musibah jika dilakukan semberono. Apalagi yang mudik menempuh perjalanan darat dengan kendaraan pribadi. Perjalanan darat dengan kendaraan pribadi itu kerap berisiko kecelakaan. Apalagi jumlah pengguna jalan meningkat drastis.
Agar sampai ke rumah dan berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman dengan selamat, maka pemudik perlu menghindari sejumlah kebiasaan berkendara sebagai berikut:
1. Berkendara Saat Terasa Mengantuk
Sering kali terjadi ketika perjalanan mudik yang panjang dan ramai menyebabkan rasa lelah dan kantuk kala berkendara. Dalam kondisi seperti itu banyak pemudik yang memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan meskipun kantuk menderanya. Padahal pilihan itu sangat membahayakan.
Menurut penelitian, menyetir saat mengantuk memiliki efek yang mirip dengan berkendara ketika mabuk. Hal ini bisa membuat tragedi kecelakaan lebih rentan terjadi.
Jika merasa mengantuk di perjalanan, usahakan pengemudi mencari Rest Area terdekat untuk beristirahat sejenak. Selain itu, jika memungkinkan bisa bergantian menyetir dengan anggota keluarga lain yang juga berada di dalam kendaraan.
2. Tidak Mematuhi Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas merupakan sesuatu yang akan sering dijumpai selama perjalanan mudik. Jumlah pemudik biasanya membludak dan akses jalanan terbatas. Maka dari itu penting untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas demi terhindari dari tragedi kecelakaan lalu lintas.
Jika mengabaikannya, hal itu bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan pemudik lainnya. Kecelakaan lalu lintas ini berpotensi menyebabkan Crush Injury. Dengan begitu, penting untuk mencari informasi soal tentang segala hal tentang Crush Injury sebelum melakukan perjalanan mudik.
3. Berkendara Sambil Menggunakan Ponsel
Dengan bertambah canggihnya teknologi, penggunaan ponsel saat berkendara dianggap menjadi hal yang umum. Sayangnya, kebiasaan itu bisa membahayakan diri sendiri dan juga pengemudi lain. Ketika terdistraksi melihat sesuatu dari ponsel, fokus berkendara akan teralihkan dari jalanan dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Ketika ingin menjawab pesan atau panggilan telepon, melihat arah pada peta di ponsel, atau mengganti lagu, usahakan tidak melakukannya ketika sedang berkendara. Berhenti sejenak dengan aman terlebih dahulu di pinggir jalan atau tunggu mobil berhenti untuk mengecek ponsel agar pandangan kita tetap fokus jalanan.
Kini, ada teknologi di mobil-mobil tertentu yang bisa membantu untuk melakukan banyak hal seperti mengangkat telepon atau membalas pesan tanpa harus mengecek ponsel. Sementara untuk melihat peta, bisa meminta tolong orang yang duduk di sebelah pengemudi.
4. Jarak Terlalu Dekat dengan Kendaraan Lain Yang Berada di Depan
Berada terlalu dekat dengan kendaraan yang ada di depan kendaraan kita itu juga bisa menyebabkan tragedi kecelakaan. Jika kendaraan tersebut berhenti mendadak atau tiba-tiba mengalami kecelakaan, akan sulit bagi kendaraan sendiri untuk mengerem dan menghindari tabrakan. Jarak yang harus diberikan akan berbeda-beda tergantung dengan volume kecepatan kendaraan yang dikendarai dan kondisi cuaca pada saat itu.
5. Berkendara Dengan Kecepatan Tinggi
Banyak yang tidak sampai untuk bisa berjumpa sanak keluarga di kampung halaman. Hal itu membuat para pemudik mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jika mengemudi dengan kecepatan tinggi, pastikan tidak kebut-kebutan di jalan raya. Hal itu untuk menjaga keselamatan pengendara lainnya.
Berkendara dengan kecepatan tinggi sangat berbahaya dalam segala bentuk situasi, baik itu saat mudik maupun tidak. Hindari berkendara dengan kecepatan tinggi agar semua pemudik, termasuk sanak keluarga bisa bertemu pada saat lebaran Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah dengan kondisi selamat, sehat dan aman semenjak perjalanan mudik.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal