JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kodim Deiyai dikabarkan diserang oleh kelompok tertentu saat kedatangan jenazah Danramil 1703-04/Aradide Letda Inf Oktovianus Sokolray. Kabar ini viral di media sosial.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan membantah kabar tersebut. Dia memastikan tidak ada penyerangan ke Makodim Deiyai.
"Tidak benar Makodim Deiyai diserang," kata Candra kepada wartawan, Ahad (14/4).
Baca Juga: 17 Makanan Manusia yang Tidak Boleh Diberikan pada Burung, Sebabkan Masalah Fatal
Candra menjelaskan, pada Kamis (11/4) sekitar Pukul 23.30 WIT, prajurit yang sedang bertugas menciun gelagat ada kelompok tertentu yang mendekat ke Makoramil Deiyai untuk menganggu prosesi persemayaman Letda Oktovianus. Sebagai langka antisipasi, maka dilepaskan tembakan peringatan.
Usai tembakan peringatan diletuskan, TNI menilai kondisi kondusif. Tidak ada penyerangan maupun bentrok sejenisnya.
"Tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerusakan pada kejadian itu," jelas Candra.
Baca Juga: Rahasia Mengelap Mobil usai Digunakan Liburan Mudik agar Bodi Tak Baret
Meski begitu, TNI tidak bisa mengkonfirmasi kelompok yang berusaha membuat ancaman tersebut. "Iya betul (seperti ada yang mendekat). Kondisi malam hari, OTK dan bisa juga OPM," pungkas Candra.
Sebelumnya Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah. Mereka melakukan pembunuhan lagi. Kini korbannya adalah seorang perwira TNI Angkatan Darat (AD), Letda Letda Inf Oktovianus Sokolray selaku Danramil 1703-04/Aradide.
Kabar pembunuhan kepada Letda OS dibenarkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan. Pembunuhan ini terjadi di wilayah Paniai, Papua Tengah.
Baca Juga: Agar Kecelakaan Maut Tak Terjadi, Polri Tambah Safety Car Amankan Lajur Contraflow
"Iya benar bang Ltd OS gugur diserang dan ditembak oleh OPM," kata Candra kepada wartawan, Jumat (12/4).
Peristiwa ini bernula saat korban keluar dari Makoramil 1703-4/Aridide pada Rabu, 10 April 2024 sore hari, namun sampai hari Kamis pagi korban belum kembali.
"Dilakukan pencarian dan almarhum ditemukan tergeletak meninggal dunia di tengah jalan arah kampung Pasir Putih akibat diserang dan ditembak oleh OPM," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman