Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gunung Ruang Meletus, Jaringan Komunikasi Terputus dan 828 Warga Dievakuasi

Eka Gusmadi Putra • Rabu, 17 April 2024 - 22:48 WIB


Gunung Ruang meletus dan kembali erupsi pukul 01.30 WIB, dan menyebabkan hampir seribuan warga mengungsi di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara pada kejadian Rabu (17/3/2024).
Gunung Ruang meletus dan kembali erupsi pukul 01.30 WIB, dan menyebabkan hampir seribuan warga mengungsi di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara pada kejadian Rabu (17/3/2024).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gunung Ruang meletus setelah terjadi peningkatan aktivitas dari Level II (waspada) menjadi Level III (siaga) di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Laporan BPBD setempat Rabu (17/4/2024), Gunung Ruang kembali erupsi pukul 01:30 WIB dan terjadi hujan abu vulkanik. Jaringan komunikasi di Kampung Laingpatehi terputus dan tercatat hampir seribuan warga mengungsi.
 
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 16 April 2024 pukul 16.00 WITA.
 
Baca Juga: BNPB Ingatkan Riau Tetap Waspada Karhutla, meski Tahun Ini Diprediksi Tidak Terjadi El Nino
 
Berdasarkan informasi dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD, dampak erupsi gunung Ruang sebanyak 272 Kepala Keluarga atau 828 jiwa mengungsi dengan rincian 45 jiwa berada di Gedung BPU Kecamatan Tagulandang dan sebanyak 783 jiwa berada di rumah kerabat dan saudara di daratan Pulau Tagulandang.

Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi: Jalan Bukittinggi-Padang Ditutup, Jalur Alternatif via Batusangkar
 
Lokasi pengungsian berada di Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang, Balai Pertemuan Umum (BPU) di Kecamatan Tagulandang. Alternatif terkait perluasan dampak erupsi maka akan difungsikan rumah-rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara.
 
Penanganan erupsi Gunung Ruang, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari terhitung mulai tanggal 16-29 April 2024. BPBD Kabupaten Sitaro dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara memberikan bantuan berupa 123 lembar tikar, 120 pcs selimut dan 400 lembar masker. BPBD melakukan Kaji cepat, evakuasi dan penyiapan sarana evakuasi di Kecamatan Tagulandang.
 
Baca Juga: Bandara Internasional Minangkabau Ditutup Lagi akibat Dampak Letusan Gunung Marapi
 
Masyarakat yang ada di Desa Patologi dan Desa Pumpente di evakuasi ke Kecamatan Tagulandang dengan menggunakan 2 unit kapal Ferry (KMP Lokong Banua dan KMP Lohoraung ditambah dengan perahu penyeberangan milik warga.
 
Pemerintah daerah telah mempersiapkan personil dilapangan terdiri dari BPBD, perangkat Kecamatan Tagulandang, perangkat Kampung,  Kelurahan, SatPol PP,  Damkar dan Dinkes dengan total sebanyak 30 personil. Pada Rabu (17/4/2024), Basarnas Manado sudah tiba di Tagulandang dengan KM. Bimanesa dengan kekuatan personil 20 (ABK 15, Rescuer 5).
 
Sementara itu, PVMBG memberikan rekomendasi pada tingkat aktivitas Gunung Ruang Level III (Siaga) sebagai berikut:
 
Masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 4 km dari pusat kawah aktif G. Ruang.
 
Masyarakat di sekitar Gunung Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#erupsi gunung api #PVMBG Badan Geologi ESDM #gunung meletus #Gunung ruang di sulawesi utara meletus rabu dinihari #Gunung Ruang