JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menyambut dibukanya rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) baru tahun anggaran 2024, usulan formasi mulai masuk ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Di antaranya yang sudah mendapatkan persetujuan adalah usulan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Sosial (Kemensos) yang berjumlah hampir 60 ribu kursi.
Kemenhub mengusulkan formasi ASN baru sebanyak 18.017 kursi. Kemenpan-RB memutuskan menyetujui seluruh usulan tersebut. Pertimbangannya adalah untuk memperkuat aksesibilitas layanan transportasi nasional.
Usulan formasi ASN baru Kemenhub itu didominasi kategori pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Perinciannya adalah 16.543 formasi PPPK tenaga teknis dan 83 formasi PPPK tenaga kesehatan. Kemudian 1.385 formasi CPNS tenaga teknis dan 6 formasi CPNS tenaga kesehatan.
Baca Juga: Kemenhub Akan Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Formasinya
Menurut catatan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas, pengadaan ASN Kemenhub pada 2024 merupakan yang terbanyak dalam 10 tahun terakhir. Untuk itu, Azwar berharap pelayanan untuk masing-masing matra darat, laut, dan udara di Kemenhub bisa kian maksimal.
Selain itu, Kemenpan-RB menyetujui usulan formasi ASN baru di Kemensos. Kementerian yang dipimpin Tri Rismaharini itu mengusulkan formasi sebanyak 40.839 kursi. Perinciannya adalah 125 formasi CPNS tenaga teknis, 141 formasi CPNS tenaga kesehatan, 65 formasi PPPK tenaga kesehatan, dan 40.508 formasi PPPK tenaga teknis.
“Mudah-mudahan ini formasinya dapat mendorong kinerja yang berdampak. Lebih dari 40 ribu formasi kita berikan untuk Kemensos di CASN tahun ini,” ujar Menpan-RB Abdullah Azwar Anas saat menyerahkan izin prinsip formasi ASN Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini, di Jakarta, Jumat (19/4).
Menteri Risma menyambut baik persetujuan formasi ASN tersebut. Dia berharap formasi yang sangat besar itu bisa meningkatkan kinerja kementerian yang dipimpinnya. “Saya ucapkan terima kasih ke Pak Menteri PANRB karena keperluan SDM di Kementerian Sosial in sya Allah bisa terpenuhi karena kami memerlukan banyak petugas, terutama di bagian teknis dan juga di bidang kesehatan,” ujarnya dikutip dari https://menpan.go.id.
Baca Juga: PT Pegadaian Buka Lowongan untuk Lulusan IT, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengapresiasi diloloskannya 100 persen usulan formasi ASN yang mereka ajukan. Dia menegaskan akan menjunjung tinggi objektivitas dalam proses rekrutmen ASN di Kemenhub. Dengan begitu, bisa menyaring SDM berkualitas untuk peningkatan akses dan konektivitas serta memberikan pelayanan yang aman, nyaman, selamat, dan terpadu.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan tugas tambahan kepada para penyuluh agama. Mereka kini tidak hanya bekerja memberikan layanan keagamaan. Tetapi juga harus mengawal empat program prioritas pemerintah.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, empat program prioritas itu adalah penurunan angka stunting (tengkes), pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan.
Dia mengatakan, tugas tambahan para penyuluh agama itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama 2/2024 yang baru diterbitkan beberapa hari terakhir. ”Penyuluh agama, termasuk juga penghulu, memiliki peran penting dalam mencapai tujuan-tujuan strategis itu,” katanya.
Dia mengatakan, jumlah penyuluh agama di seluruh Indonesia saat ini sekitar 50 ribu orang. Mereka bisa berkolaborasi dengan lembaga atau pihak terkait lainnya. Misalnya, dengan pakar kesehatan, praktisi ekonomi, lembaga filantropi, dan pihak lainnya untuk mengawal empat program prioritas pemerintah tadi.
Sebelumnya, Kemenpan-RB juga memberikan persetujuan usulan ASN 2024 untuk kementerian dan lembaga lain. Di antaranya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Agama (Kemenag). Kemenpan-RB menyetujui 100 persen usulan ASN baru Kemenkes sebanyak 23.200 formasi. Perinciannya adalah 8.607 formasi CPNS dan 14.593 formasi PPPK.
Menteri Azwar menjelaskan, usulan formasi ASN Kemenkes disetujui 100 persen dengan tujuan meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia. Dia mengatakan, pelayanan kesehatan di Indonesia nanti tidak hanya dikawal ASN Kemenkes. Tapi juga ASN tenaga kesehatan yang tersebar di kementerian dan lembaga lain.
Baca Juga: Kemenhub Disetujui Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK di Rekrutmen CASN 2024, Ada Lowongan untuk di IKN
Setiap kementerian dan lembaga memang juga membuka formasi tenaga kesehatan. Misalnya, perawat dan dokter. Kemenpan -RB juga sudah menyetujui usulan ASN baru Kemenag sebanyak 110.553 formasi atau kursi. Perinciannya adalah 61.708 formasi CPNS dan 89.781 formasi PPPK. Azwar menyatakan, Kemenag sejatinya mengusulkan 151.489 formasi ASN 2024. Tetapi, Kemenpan -RB baru menyetujui 110.553 formasi.
Tahun ini pemerintah membuka total sebanyak 2.302.543 juta formasi CASN, terdiri dari CPNS, PPPK, dan sekolah kedinasan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 419.146 atau 22,45 persennya dialokasikan untuk tenaga pendidikan di daerah.
Detailnya, untuk keperluan ASN di instansi daerah sebesar 483.575 CPNS untuk lowongan teknis dan 1.383.758 keperluan PPPK untuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Sementara, untuk keperluan instansi pusat terdiri dari 207.247 CPNS yang akan dibuka untuk lowongan dosen, guru, tenaga kesehatan, dan teknis. Begitu pula untuk PPPK, jumlah keperluannya mencapai 221.936 yang juga akan dibuka lowongannya untuk guru, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis
Nantinya pendaftaran seleksi CPNS, PPPK, dan sekolah kedinasan akan dilakukan secara online melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN), https://sscasn.bkn.go.id.
Sebelumnya, pemerintah memprediksi proses seleksi akan mulai dilaksanakan pada Mei 2024. Rekrutmen diawali dengan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) bersamaan dengan sekolah kedinasan.
Baca Juga: Kemenhub Disetujui Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK di Rekrutmen CASN 2024, Ada Lowongan untuk di IKN
Periode pertama akan dilaksanakan pengumuman dan seleksi administrasi, yang akan dimulai pada pekan ketiga Maret 2024. Setelahnya, seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS dan seleksi kedinasan bakal dimulai pada pekan keempat Mei 2024.
Disusul, seleksi kompetensi bidang (SKB) di Juli 2024. Sehingga, pengumuman periode pertama dilaksanakan pekan ketiga Agustus 2024. Untuk seleksi di periode kedua, pengumuman dan seleksi administrasi dijadwalkan pada untuk CPNS dan PPPK pada pekan kedua Juli.
Tes SKD untuk CPNS dan seleksi kompetensi teknis bagi PPPK periode kedua ini rencananya dimulai pada pekan pertama Agustus sampai awal September. Kemudian, bagi yang lolos SKD CPNS akan lanjut mengikuti SKB periode kedua pada pekan kedua September hingga pekan ketiga Oktober. Dengan begitu, dijadwalkan untuk pengolahan dan pengumuman hasil seleksi periode kedua pada pekan kedua November 2024.
Sementara itu, untuk seleksi CASN periode ketiga akan dimulai pada pekan keempat Agustus 2024. Diawali dengan pengumuman dan seleksi administrasi bagi CPNS dan PPPK. Lalu, SKD CPNS dan seleksi kompetensi teknis bagi PPPK periode ketiga dilaksanakan pada pekan keempat Oktober sampai pekan ketiga November.
Setelahnya, SKB bagi peserta seleksi CPNS dilaksanakan pada pekan keempat November sampai pekan ketiga Desember.
Sehingga pengolahan dan pengumuman seleksi periode 3 dilakukan pada pekan ketiga bulan Januari 2025. (wan/c19/ttg/int/das)
Laporan JPG, Jakarta