JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Maksud Suwandi menghalau rayap di basemen tempatnya bekerja di sebuah toko bingkai di ruko yang terletak di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dia menyemprotkan cairan berupa bensin ke kayu ring dekat kompresor.
Kebetulan, di saat yang sama ada salah satu karyawan yang juga sedang membetulkan kompresor. "Pada saat itu tiba-tiba ada percikan api yang mengenai area yang terkena bensin, kemudian api menyambar dan membesar,” terang Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Kanitero tentang dugaan penyebab kebakaran kepada wartawan, termasuk Jawa Pos, kemarin (19/4).
Percikan api itu, lanjut David, diduga berasal dari Ohim yang di saat bersamaan sedang memotong kayu. Api kemudian menyambar kompresor dan meledak.
”Jadi, keterangan dari saksi, api diduga akibat uap bensin yang disiram korban Suwandi dan percikan dari mesin potong korban Ohim,” ungkapnya.
Dugaan penyebab itu diperoleh setelah memeriksa saksi karyawan toko. Dampak kebakaran yang terjadi pada Kamis (18/4) malam sekitar pukul 19.30 WIB dan baru bisa dipadamkan sekitar empat jam kemudian tersebut tujuh orang meninggal dan lima luka-luka.
Tujuh korban tewas baru bisa ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 07.30 kemarin setelah proses pendinginan berlangsung sejak Kamis pukul 23.30. Tujuh korban berada dalam satu ruangan di lantai 2.
Dua di antaranya masih berusia anak, Richi, 2, Austin, 8; satu remaja, Jessica, 18; serta empat dewasa: Thang Tjiman, 75, Heni, 39, Tia, 25, dan Shella, 20. Sedangkan lima korban luka yang sudah dievakuasi sejak semalam sebelumnya setelah berhasil menyelamatkan diri saat ini masih dirawat di rumah sakit berbeda. Ohim, 35, dilarikan ke RS Tarakan; Suwandi, 40, ke RS Siloam; Muhammad Zaenal, 26, ke RSUD Pasar Minggu; Surono, 44, ke RSUD Pasar Minggu; dan Yohanes Pace, 24, ke RSUD Mampang.
”Luka bakarnya sampai 90 persen dan luka bakarnya sampai tingkat empat (derajat luka bakar paling berat),” kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Brigjen Hariyanto.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut diperoleh berdasar hasil pemeriksaan tujuh jenazah di posko postmortem RS Polri. Tujuh jenazah korban sudah dibawa ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut menggunakan metode identifikasi korban bencana (disaster victim identification/DVI).
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal