PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau sesuai jadwal besok Senin (13/5) sudah mulai memasuki asrama haji Embarkasi Batam. Jemaah yang pertama kali masuk asama haji yaitu Kelompok Terbang (Kloter) 3 BTH, JCH Kota Pekanbaru.
Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Haryati mengatakan jamaah haji Kloter 3 BTH yang diterbangkan pertama kalinya dari Bandara SSK II Pekanbaru menuju ke Bandara Hang Nadim Batam total sebanyak 442 jemaah. Titik kumpul penjemputan jamaah ditetapkan di kantor Kemenag Kota Pekanbaru Jalan Rambutan Pekanbaru pada Senin (13/5) mulai pukul 05.00 WIB.
Satu hari sebelum jadwal keberangkatan menuju asrama haji Batam, koper jemaah diantar sendiri di cargo Bandara SSK II Pekanbaru. Di sana sudah ada petugas haji Kemenag yang bertugas mengawasi distribusi koper haji jemaah. Pengantaran koper jamaah dilaksanakan pada hari ini Ahad (12/5). Mulai pagi hingga siang.
“Pengantaran koper bagasi BTH 03 pada tanggal 12 Mei 2024 mulai pukul 08.00- 12.00 WIB. Koper dalam keadaan tidak terkunci. Memperhatikan ketentuan barang bawaan terutama tidak membawa barang cair lebih dari 100 ml atau barang yang mudah mencair seperti gula dan garam. Ketika berkumpul di kantor Kementerian Agama diharapkan jemaah sudah sarapan atau membawa bekal,” ujar Haryati, Sabtu (11/5).
Baca Juga: Nenek Bonah, Calon Jemaah Haji Tertua di Usia 91 Tahun, Punya Resep Makan Ikan Ini sepanjang Hidupnya
JCH Indonesia akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Jemaah gelombang pertama diberangkatkan dari Tanah Air menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah mulai 12 hingga 23 Mei 2024. Sementara, JCH gelombang kedua akan diberangkatkan dari Tanah Air menuju King Abdul Azis International Airport (KAAIA) di Jeddah mulai 21 Mei hingga 1 Juni 2024.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Muliardi MPd menyampaikan, 5.318 jemaah calon haji Provinsi Riau tergabung dengan Embarkasi Batam (BTH). Jemaah Riau tidak lagi menggunakan Embarkasi Haji Antara Riau.
Tahun ini, 5.318 JCH Provinsi Riau tergabung dalam 12 kloter kembali bergabung dengan Embarkasi Haji Batam. Proses keberangkatannya tidak lagi melalui Embarkasi Haji Antara Riau, akan tetapi langsung menuju Batam dan menginap di Asrama Haji Batam. Ini dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah tersebut.
Lebih lanjut Muliardi mengatakan, JCH Riau ini akan diberangkatkan menuju Batam dengan dua jalur, yakni melalui jalur udara dan melalui jalur laut. Jalur laut diterapkan melalui pelabuhan Sekupang Batam untuk JCH dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Sedangkan melalui jalur udara melalui Bandara Hang Nadim Batam untuk daerah Kota Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, dan Siak.
Muliardi juga mengatakan, JCH Riau mulai diberangkatkan tanggal 14 Mei 2024 dan telah masuk Asrama Haji Batam pada tanggal 13 Mei 2024.
Baca Juga: Tidak Hanya Imigrasi, Polisi Arab Saudi juga Periksa Visa Jamaah Haji- Umrah
“Jemaah Riau mulai diberangkatkan pada Kloter 3 BTH pada tanggal 14 Mei 2024 dan sudah harus memasuki Asrama Haji Batam tanggal 13 Mei 2024 pukul 08.00 WIB. Jemaah Riau ini tergabung dalam dua gelombang, yakni 9 kloter masuk pada gelombang pertama yang akan tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah, sedangkan gelombang kedua sebanyak 3 kloter menuju King Abdul Azis International Airport (KAAIA) di Jeddah,” tutupnya.
JCH Wajib Bawa Smart Card Haji
Mulai kemarin (11/5) pagi jemaah calon haji (JCH) memasuki Asrama Haji Pondok Gede Jakarta secara bertahap. Mereka dijadwalkan terbang menuju Madinah mulai dini hari tadi (12/5). Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan keluarga jemaah tidak perlu berbondong-bondong mengantar ke asrama haji.
Pesan tersebut disampaikan Ketua PPIH Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Cecep Khairul Anwar. Dia mengatakan, pelepasan jemaah oleh keluarga cukup dilakukan di kediaman masing-masing. ’’Lalu, yang ke asrama haji cukup kendaraan pengantar jemaah saja,’’ katanya.
Sesuai dengan namanya, asrama haji adalah tempat transit bagi JCH sebelum diterbangkan ke Saudi. Jadi, keluarga pengantar tidak bisa ikut masuk ke asrama. Di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, sudah disiapkan tempat parkir yang cukup luas. Dengan begitu, kendaraan pengantar jemaah bisa leluasa parkir. Tetapi, ketika setiap jemaah diantar rombongan yang banyak, parkir bisa penuh pengantar. ’’Ini sebatas imbauan,’’ tuturnya.
Catatan dari pengelola Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada hari pertama kemarin, ada 1.211 jemaah yang dijadwalkan masuk. Perinciannya, kloter 1 dari Jakarta sebanyak 388 orang masuk pukul 07.00 WIB. Kemudian, kloter 2 dari Banten sebanyak 435 orang masuk asrama pukul 11.00. Lalu, kloter 3 dari Lampung yang berjumlah 388 jemaah masuk pukul 08.00.
Sesuai rencana, Menag Yaqut Cholil Qoumas memimpin langsung pelepasan jemaah haji dari Bandara Soekarno-Hatta. Yaqut dijadwalkan ikut masuk ke pesawat kloter JKG-1 dan menyapa jemaah. Selain itu, dia meninjau pelayanan Makkah Route atau fast track. Pelepasan juga dihadiri pejabat dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Sedangkan pelepasan perdana CJH di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta rencananya dipimpin Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Pada bagian lain, Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengimbau masyarakat tidak tergiur iming-iming berhaji tanpa antre. Jangan sampai masyarakat tergiur dan malah menjadi korban penipuan. Dia mengatakan, setiap tahun cerita jemaah gagal berangkat dengan kota haji nonpemerintah selalu muncul. ’’Mengapa? Karena keinginan masyarakat menunaikan ibadah haji sangat tinggi dan tidak akan pernah surut,’’ tuturnya. Sebab, haji merupakan cita-cita semua muslim dan berharap keislamannya paripurna.
Dia tidak heran apabila saat ini tidak kurang dari 5,3 juta orang tercatat antre di sistem haji Kemenag. Namun, kuota yang diberikan negara Saudi sebagai tuan rumah sangat terbatas sehingga berakibat antrean yang sangat panjang, berkisar 15–40 tahun sejak mendaftar. Sebab, kuota haji rata-rata per tahun hanya 221 ribu jemaah.
Dalam situasi semacam itu, ketika ada ketimpangan yang sangat ekstrem antara supply dan demand, banyak pihak yang berupaya mencari keuntungan. Mereka memberikan iming-iming berbagai kemudahan dengan bahasa bombastis untuk menarik perhatian masyarakat. ’’Dengan jargon program haji tanpa antre, haji murah, haji antirumit dan ribet, haji VIP, program haji eksekutif, dan sejenisnya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, wartawan Jawa Pos di Madinah melaporkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menuntaskan persiapan untuk menyambut kedatangan CJH. ”Penginapan sudah siap ditempati. Konsumsi telah siap. Begitu juga seluruh kebutuhan lain jemaah,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH Arab Saudi 2024 Ali Machzumi di Madinah.
Nantinya, seluruh JCH gelombang I ditempatkan di hotel yang berada di tiga lokasi kawasan Markaziyah. Jarak hotel dengan Masjid Nabawi antara 50 meter hingga 300 meter. Meski persiapan penyambutan JCH Indonesia gelombang pertama sudah tuntas, ada sejumlah hal yang hingga kemarin mendapat atensi khusus dari Kemenag. Salah satunya adalah ketepatan jadwal pemberangkatan JCH oleh maskapai.
Pada tahun ini, keterlambatan pesawat bakal membawa dampak besar terhadap pelayanan JCH di Madinah. Sebab, seiring dengan bertambahnya kuota haji, jumlah penerbangan juga mengalami kenaikan. Terjadinya keterlambatan bisa berimbas pada penerimaan layanan JCH selama di Madinah. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan terjadi pemindahan bandara kedatangan bagi JCH gelombang pertama.
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief menegaskan, seluruh JCH gelombang pertama sudah diplot bakal mendarat di Bandara Madinah. Namun, dia juga tengah membahas persoalan itu dengan pihak maskapai penerbangan haji. ”Jika nanti terjadi keterlambatan, bagaimana antisipasinya. Termasuk (kemungkinan) perubahan rute atau dampak terhadap hotel (pemondokan JCH). Semua skenario kita siapkan,” katanya.
Persoalan itu memang cukup menjadi atensi Kemenag. Sebab, jika terjadi keterlambatan penerbangan, tidak tertutup kemungkinan JCH mendarat di Jeddah, lalu diberangkatkan ke Madinah terlebih dahulu sebelum ke Makkah jelang puncak haji.
Di sisi lain, pada musim haji 2024, seluruh JCH akan memperoleh smart card dari Pemerintah Arab Saudi. Nantinya, kartu itu menjadi alat untuk memastikan validitas data jemaah. Kartu tersebut wajib dibawa jemaah. Sebab, dari kartu itulah petugas keamanan Arab Saudi memeriksa keabsahan para jemaah. ”Karena itu, semua JCH harus membawa smart card selama di Tanah Suci,” kata Hilman.
Pembagian kartu tersebut dibagi dalam dua tahap. Pertama diberikan kepada 10 ribu JCH di tanah air. Sisanya diberikan saat JCH sudah berada di Makkah jelang pelaksanaan wukuf. Pada bagian lain, meski Pemerintah Saudi memperketat aturan, indikasi adanya calon jemaah tanpa visa haji bisa masuk Saudi masih terlihat. Dari temuan di lapangan, terdapat sejumlah calon jemaah yang sudah tiba di Arab Saudi. Mereka mengaku berencana menetap selama musim haji. Padahal, jemaah asal Indonesia yang resmi dan memiliki visa haji baru tiba hari ini.
Ditanya soal hal itu, Hilman menyatakan bahwa pihaknya sudah mengimbau semua warga Indonesia yang ingin berhaji untuk menggunakan visa haji. ”Yang jelas, pemerintah Arab Saudi sudah membuat aturan ini. Juga, ada sanksi yang disiapkan. Demi menjaga keamanan jemaah. Kenapa masih ada yang memaksakan diri,” katanya. Dia berharap temuan itu tidak benar. Sebab, jika memang benar terjadi, mereka akan mendapat sanksi dari Pemerintah Arab Saudi.(wan/ris/c7/oni/jpg/muh)
Editor : RP Bayu Saputra