Dari jumlah itu, 55 jamaah di antaranya dirawat di ruang rawat inap dan instalasi gawat darurat. Sedangkan lainnya menjalani perawatan di poliklinik.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Arab Saudi, dr Karmijono mengatakan, dari hasil diagnosa, rata-rata jamaah lansia mengalami sakit seperti diabetes, hipertensi.
"Jua gangguan kesehatan lain akibat kelelahan selama perjalanan menuju Madinah," katanya. Selain itu, sejumlah jamaah juga ada yang mengalami Dimensia.
Menurutnya, mayoritas jemaah yang dirawat saat ini adalah jemaah lansia. "Selama dirawat, semua kebutuhannya kami bantu untuk dipenuhi," katanya.
Dia mengimbau agar jamaah benar-benar menjaga kondisinya. Mengingat pelaksanaan ibadah haji baru dimulai Juni mendatang. Sementara itu, hingga saat ini, sebanyak 4 jamaah haji asal Indonesia yang berada di Madinah dinyatakan meninggal dunia.
Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan semua jemaah haji yang wafat akan mendapat fasilitas yang berhak mereka terima. Salah satunya, para jamaah wafat akan dibadahajikan.
"Nanti akan ada petugas khusus yang akan menggantikan para almarhum untuk melaksanakan haji," kata kepala PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Daker Madinah, Ali Machzumi. Selain itu, para jamaah wafat juga akan mendapatkan asuransi yang nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi