Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tak Takut Dicap Provokator, Megawati Singgung Kecurangan, Rebutan Kursi Menteri hingga Utang Negara

Redaksi • Sabtu, 25 Mei 2024 | 11:50 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan secara tertutup kepada kader pada hari kedua Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP.

Agenda rakernas pada hari kedua meliputi agenda mendengarkan pandangan umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP yang dilanjutkan dengan pengarahan oleh Megawati. Setelah itu, rakernas dilanjutkan dengan sidang komisi.

Sidang komisi tersebut akan membahas tiga hal pokok. Yakni sikap politik, program kerakyatan, dan pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Rakernas V PDIP mengangkat tema Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang dengan subtema Kekuatan Kesatuan Rakyat, Jalan Kebenaran yang Berjaya. Rakernas itu diadakan di kawasan Ancol, Jakarta, Jumat (24/5) hingga Minggu (26/5).

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato politik pada pembukaan rakernas pada Jumat (24/5), Megawati setidaknya menyoroti empat poin.

Pertama, dia menyoroti situasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 yang menurutnya banyak anomali dan diwarnai kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Megawati menegaskan PDIP sebagai partai yang berpijak pada sejarah, akan tetap berani melawan segala bentuk ketidakadilan.

Presiden Kelima RI itu lantas menyebut bahwa dirinya tidak takut jika dianggap provokator.

”Nanti katanya 'Bu Mega provokator.' Ya! Saya sekarang provokator demi kebenaran dan keadilan. Uenak ae (enak saja). Ngerti 'kan yang dimaksud? Ya sudah,” ucap Megawati.

Kedua, dia mengulas makna di balik Satyam Eva Jayate. Menurut dia, bahasa Sanskerta yang berarti kebenaran pasti menang itu merupakan falsafah yang menjadi pegangan dalam perjuangan menghadapi kezaliman, termasuk harus berani menyampaikan kebenaran meski pahit.

Ketiga, Megawati turut menyinggung pihak-pihak yang tidak percaya kepada kebenaran pasti akan menang. Dia meyakini bahwa pihak itu akan terbakar oleh Api Abadi Mrapen, yang dijadikan sebagai salah satu simbol pada Rakernas V PDIP.

Keempat, dia menyinggung berbagai persoalan fundamental tentang pengelolaan negara, seperti utang negara dan bagi-bagi kursi menteri. Soal utang negara, Megawati sempat melemparkan pertanyaan soal bagaimana harus membayar utang tersebut.

”Pertanyaan saya, ayo mikir, utang kita itu bagaimana cara bayarnya? Ayo mikir? Mikir dong. Jangan enaknya saja tidur, loh,” kata Megawati.

Perihal bagi-bagi kursi menteri, dia mengaku mendapat informasi bahwa banyak pihak berebut kursi kabinet.

”Begitu banyak tarik-menarik kepentingan terjadi, bahkan jabatan menteri pun, yang Ibu dengar, nih, sekarang ini sudah mulai pada rebutan, deh,” ucap Megawati.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#pilpres 2024 #pdi #utang negara #megawati