JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Arab Saudi benar-benar menerapkan pengetatan pemeriksaan visa jemaah haji. Ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Indonesia terjaring razia di hotel-hotel yang berada di Makkah. Razia juga dilakukan terhadap bus yang melewati wilayah Ji’rona.
Video razia dari otoritas Arab Saudi tersebut beredar luas di media sosial. Razia dilakukan mulai 24 Mei lalu. Dari video yang beredar, sejumlah JCH yang terjaring razia dibawa ke penjara. Kemudian bus yang membawa JCH haji ilegal harus berhenti melewati pemeriksaan petugas haji.
Video lainnya memperlihatkan sejumlah JCH Indonesia digiring keluar dari sebuah hotel. Mereka berbaris dengan rapi. Di depan hotel sudah berjaga sejumlah petugas dari otoritas terkait Arab Saudi.
Kementerian Agama (Kemenag) masih enggan komentar, soal kasus lolosnya WNI ke Makkah tanpa visa haji tersebut. ’’Kami masih menunggu laporan dari Saudi. Kalau sudah ada kami infokan,’’ kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Jaja Jaelani di Jakarta, Selasa (28/5).Dia tidak bersedia memberikan komentar lebih jauh. Adanya masyarakat Indonesia yang terjaring petugas Saudi tersebut, dibenarkan oleh Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Wawan Suhada. Dia mengatakan belum bisa memastikan jemaah yang terjaring razia itu dari mana saja. ’’Menyebar (dari banyak wilayah Indonesia),’’ katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M Nur mengatakan, Arab Saudi benar-benar menjalankan janjinya memperketat pemeriksaan jemaah dari penjuru dunia. Termasuk dari Indonesia.
Dia mengatakan pemeriksaan besar-besaran itu dilakukan di Makkah pada 15 Zulkaidah sampai 15 Zulhijah nanti. ’’Selama 30 hari itu, selain visa haji akan kena razia,’’ katanya.
Dia mengatakan Arab Saudi menjalankan dua skenario dalam penertiban jemaah haji ilegal di sana. Yaitu melakukan pemeriksaan kepada seluruh jemaah yang ada di hotel-hotel. Selain visa haji, akan langsung dijaring razia.
Cara yang kedua adalah mengeluarkan edaran kepada semua hotel di Makkah. Isinya kurang lebih, melarang hotel menerima rombongan jemaah dari negara manapun yang tidak bisa menunjukkan visa umrah. ’’Hotel yang melanggar dikenakan sanksi 1 juta riyal,’’ katanya.
Firman menjelaskan sikap tegas dari Pemerintah Saudi itu, sebagai evaluasi haji musim lalu. Tahun lalu, Saudi bisa disebut kecolongan.
Area Mina menjadi penuh sesak jemaah haji. Ditengarai banyak jemaah yang tidak mengantongi visa haji saat itu, tetapi bisa lolos sampai ke Mina pada saat puncak haji. Akibatnya jemaah yang resmi menjadi tidak nyaman.
JCH Riau Mulai Tuntaskan Ibadah Umrah
Sebagian JCH Riau mulai menuntaskan pelaksanaan ibadah umrah jemaah menjelang puncak haji. Para JCH Riau tersebut merupakan yang tergabung dalam Kloter 3, Kloter 6, dan Kloter 14. Mereka JCH asal Kota Pekanbaru yang awal-awal tiba di Makkah.
“Untuk Kloter 3, 6, dan 14 telah selesai melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan Kloter 9 masih ibadah arbain,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi kepada Riau Pos, Selasa (28/5).
Dia menjelaskan, JCH Kloter 14 yang merupakan gelombang kedua ini langsung ke Makkah melalui Jeddah. “Mereka dari Tanah Air langsung Mekkah via Jeddah, pulangnya baru ke Madinah. Kondisi jemaah sehat, walaupun sedikit penyesuaian suhu di sana. Saat ini mereka melaksanakan salat berjemaah lima waktu di Masjidilharam dan ziarah di Makkah,” tuturnya.
Kloter 14 ini termasuk JCH asal Rokan Hilir (Rohil). “JCH Rohil saat ini sudah berada di Makkah dan baru saja menyelesaikan ibadah umrah wajib serta akan menunggu pelaksanaan puncak ibadah haji,” kata Kasi Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Rohil H Tarmizi, Selasa (28/5).
Ia mengatakan sejak diberangkatkan pada 26 Mei lalu, tahapan pemberangkatan telah berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu para JCH menjalankan aktivitas biasa, seperti ibadah wajib maupun sunah. “Diharapkan JCH menjaga kesehatan dengan baik, tetap fit menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji nantinya,” kata Tarmizi.
JCH Kuansing Ziarah
Sebanyak 285 JCH asal Kabupaten Kuantan Singingi dalam kondisi sehat di Madinah. Saat ini mereka sedang melakukan aktivitas ziarah di sejumlah tempat. Mereka tergabung dalam Kloter 11 bersama JCH Kampar dan Pekanbaru.
“Alhamdulillah JCH kita secara umum dalam kondisi sehat walafiat. Saat ini melaksanakan ziarah di beberapa tempat sejarah. Layanan ziarah atau city tour diberikan dan dilaksanakan oleh pihak Majmuah,” ujar Ketua Kloter 11 BTH Suhelmon , Senin (26/5).(wan/ilo/fad/yas/jpg)
Editor : Rindra Yasin