JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Viral di media sosial seekor tikus menggerogoti salah satu kue yang ada di display toko kue Dough Lab Artisanal Cookies di area Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue, Jakarta Utara. Akibatnya, pihak Dough Lab langsung menutup toko selama tiga hari.
Tikus yang menggerogoti roti di outlet Dough Lab itu direkam warganet dan diketahui terjadi pada Selasa (28/5) lalu. Tampak dalam video, tikus kecil itu muncul dari sela-sela display dan menggerogoti salah satu kue yang ada.
Tak ada karyawan yang menyadari tikus tersebut karena tampak tak ada seorang pun yang menjaga di depan display toko kue Dough Lab tersebut.
Surabaya yang Bertahan Musim Depan
Menanggapi hal itu, manajemen Dough Lab menutup sementara toko kuenya di PIK Avenue sejak tanggal 28-30 Mei lalu.
"Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya kami menangani insiden yang baru- baru ini terjadi dan menandai komitmen kami terhadap kualitas dan higienitas makanan," tulis pernyataan resmi Dough Lab, dikutip Jumat (31/5).
Dalam tiga hari itu, pihak Dough Lab memastikan telah menghancurkan dan membuang produk dan kemasan yang dipajang di display.
"Semua kue dan adonan kue yang dipajang telah dihancurkan dan dibuang dengan memprioritaskan keselamatan dan kebersihan," ungkapnya.
Tak hanya itu, pembuangan alat-alat dapur juga dilakukan Dough Lab imbas adanya tikus yang menggerogoti salah satu kue di displaynya.
"Setiap baki, peralatan makan, dan peralatan dapur yang terkontaminasi akan dibuang secara aman dan diganti," tandas pihak Dough Lab.
Sementara itu, Manajemen PIK Avenue buka suara usai viral seekor tikus muncul di salah satu tenant-nya, yaitu Dough Lab, Selasa (28/5) lalu.
Menanggapi hal itu, pihak PIK Avenue memastikan telah melakukan penanganan terhadap tikus yang menggerogoti roti di outlet Dough Lab tersebut.
"Manajemen PIK Avenue telah melakukan koordinasi dan melakukan penanganan atas ketidaknyamanan yang terjadi pada salah satu tenant kami, Dough Lab," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/5).
Manajemen PIK Avenue juga memastikan telah berkoordinasi dengan profesional pest control untuk lebih meningkatkan penanganan di area mal.
"Untuk mencegah kejadian terulang di masa datang," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman