Harun Al Rasyid Sindir Alexander Marwata yang Sebut OTT Hiburan Masyarakat, Tapi Teknik Pengusutan Korupsi Menakutkan Pejabat

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 24 Juni 2024 | 23:05 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid merespons pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, yang menyebut bahwa operasi tangkap tangan (OTT) merupakan hiburan masyarakat. Harun menegaskan bahwa OTT bukan hiburan, melainkan teknik pengusutan dugaan korupsi yang menakutkan.

"OTT itu bukan hanya hiburan yang bisa menghibur, tetapi suatu tekhik penyelidikan yang menakutkan dan menghawatirkan banyak penyelenggara atau pejabat nakal yang suka menerima suap," kata Harun dikonfirmasi, Senin (24/6).

Harun yang kerap dijuluki 'Raja OTT' ini menegaskan bahwa OTT merupakan kerja pemberantasan korupsi yang sangat strategis. Bahkan, kerja-kerja OTT pernah menjadi andalan KPK.

Baca Juga: Ransomware yang Ganggu PDN Kominfo Disebut Serangan Jenis Baru, Minta Bayaran Rp 132 Miliar

Ia menyebut, Alexander Marwata tidak memahami dan menguasai teknik OTT. Sebab, bukan seorang investigator.

"Meski dia hanya seorang mantan auditor, mestinya dia mengerti bahwa OTT itu sangat ampuh untuk mengungkap kejahatan korupsi," tegas Harun.

Harun mengkritik bahwa Alexander Marwata sudah tidak lagi menunjukkan watak Pimpinan KPK. Hanya lebih sebagai komentator koruptor.

Ia pun mengungkit pernyataan Alexander Marwata yang mengobral janji akan menangkap Harun Masiku dalam waktu satu pekan. Namun, sampai saat ini Harun Masiku yang merupakan daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) itu belum juga berhasil ditangkap.

Baca Juga: Polda Jabar Tak Hadiri Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

"Sangat disayangkan, mengobral janji menangkap Harun Masiku dalam seminggu, padahal si Harun ada didekatnya dan dia tidak sadar kegombalannya yang justru seakan-akan meminta Harun Masiku untuk cepat pergi dari tempatnya yang sekarang," cetus Harun.

Lebih lanjut, Harun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberhentikan Alexander Marwata dari jabatan Pimpinan KPK. "Sebaiknya Presiden demi hukum memberhentikan Alex agar kerja-kerja pemberantasan korupsi bisa berjalan lebih baik lagi," pungkasnya.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
Korupsi kpk tangkap tangan alexander marwata