JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pria yang melakukan aksi bunuh diri di Cimindi, Bandung, Jawa Barat, menuliskan surat panjang dalam dokumen catatan yang disimpan di bio Instagramnya @_dimasyonathan. Dalam surat itu, ia mengaku sempat merasa dalam fase hidup yang tak bisa lari dari perasaan kesepian.
Mulanya, ia menceritakan kisah masa lalunya saat SD hingga masa kuliah. Masa SMA yang membuat dirinya merasa mempunyai teman dan bahagia seketika runtuh saat dirinya memasuki masa pasca-kuliah.
Di mana ketika teman-temannya di SMA mulai mempunyai kehidupan masing-masing, punya teman baru, dan dirinya masih terkukung di masa lalu.
"Semua hal yang aku alamin itu membuat pola pikir aku yang seperti sekarang. Aku bersyukur dapat ngerasain lingkungan pendidikan yang menurut aku baik. Karna menurut aku, lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir dan tingkah laku," ujarnya dalam catatannya disimpan dalam dokumen, dikutip Jumat (28/6).
"Tapi kenapa aku sekarang jadi kaya gini? Ya, tentu saja jangan salahin lingkungan dong, pasti salah akunya. Hipokrit kan? Sifat aku yang gabisa kesepian ini membuat aku tergantung ke orang," sambungnya.
Di masa-masa saat ini yang diduga dirinya menjadi seorang guru, ia merasa tak punya cukup teman sehingga semakin kesepian.
"Harus selalu ada teman ngobrol, teman bertemu, dll. Di sisi lain, temen-temen semua udah pada sibuk mencari kerja, sibuk kerja, dll melanjutkan kehidupannya masing masing," ungkapnya.
"Lalu, seperti yang mungkin sebagian dari kalian tau, aku akhirnya "memaksakan" orang baru untuk menjadi teman sehari-hari. Bukan perasaan aku yang dipaksakan, tetapi "waktunya" yang kurang tepat," imbuh Yonathan
Dengan kondisi kesepian yang dialaminya, ia mengatakan bahwa pikirannya semakin dipenuhi dengan hal-hal tak berarti.
"Tidak ada teman untuk berbagi karna udah jarang nongkrong sama temen-temen bikin isi otak kepala jadi penuh sendiri. Penuh dengan hal-hal yang ga jelas. Mikirin orang lain, tapi ga mikirin diri sendiri," terangnya.
"Seharusnya mikirin diri sendiri aja dulu kan? Memang seperti itu kan manusia itu harus egois. Udah bukan saatnya lagi sosoan mikirin filsafat, politik, kemanusiaan, dll. Pikiran diri sendiri. Itu kan? Memang aku yang salah," tandasnya.
Setelah itu, Yonathan membeberkan berbagai pikirannya yang overthinking. Mulai dari politik hingga masalah kemanusiaan yang tak berujung.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman