Gelar Kedua setelah 11 Tahun, Indonesia Menjuarai Piala AFF U-19
jpg• Selasa, 30 Juli 2024 | 09:12 WIB
Pemain Indonesia melakukan selebrasi usai penyerahan trofi juara Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (29/7/2024).
SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Untuk kali kedua Indonesia menjuarai Piala AFF U-19. Setelah generasi Evan Dimas Darmono dkk menorehkannya pada 2013, Senin (29/7) malam giliran Doni Tri Pamungkas dkk yang sukses merebut trofi ajang yang kali pertama berlangsung pada 2002 itu.
Indonesia menaklukkan Thailand dengan skor 1-0 dalam final di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Gol kemenangan dicetak Jens Raven pada menit ke-18.
Itu adalah gelar keempat pelatih Indonesia U-19 Indra Sjafri di level kelompok umur. Pada edisi 2013, Indra pula yang menjadi nakhoda. Dua gelar lain adalah Piala AFF U-22 pada 2019 dan emas SEA Games 2023 bersama Indonesia U-22.
Pelatih Indonesia U-19 Indra Sjafri langsung sujud syukur setelah wasit Faisal Sulaiman meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan final. Ungkapan rasa bahagia. Dia kembali mempersembahkan gelar Piala AFF U-19 untuk Merah Putih.
Indra Sjafri mengatakan, dirinya tidak ingin itu menjadi beban maupun membuatnya sombong. ’’Saya katakan sejak awal bahwa tujuan kami adalah kualifikasi Piala Asia U-20 September mendatang,’’ tegasnya. Tapi, tentu saja itu bakal jadi motivasinya. Termasuk pemain. ’’Ini piala untuk pemain yang sudah bekerja keras selama Piala AFF U-19 ini. Tapi, gelar juara ini jadi modal dan motivasi, menambah kepercayaan diri menatap kualifikasi Piala Asia,’’ ungkapnya.
Jens Raven pun mengaku bangga bisa membawa Indonesia U-19 jadi juara. Sebagai pemain keturunan, Piala AFF U-19 kali ini jadi yang pertama berseragam Merah Putih dan langsung memberikan gelar juara. ’’Tapi, tentu ini bukan karena saya saja. Ada kerja keras tim di dalamnya,’’ ujarnya.
Sementara itu, pelatih Thailand U-19 Emerson Pereira da Silva tetap bangga terhadap anak asuhnya meski gagal meraih juara. Menurut dia, Kittipong Bunmak dkk sudah berjuang 100 persen sepanjang 90 menit. ’’Kami menciptakan banyak peluang, tapi satu kesalahan lewat bola mati berhasil membobol gawang kami,’’ ujarnya.
Yang jelas, Piala AFF U-19 kali ini memberikan banyak pelajaran bagi anak asuhnya. Tekanan dari suporter, kualitas pertandingan, hingga beberapa kesalahan yang seharusnya tidak diulangi. ’’Bagus untuk pengalaman. Sekarang kami akan bersiap untuk turnamen bulan depan di Korea Selatan, lalu menargetkan masuk ke babak selanjutnya di Piala Asia,’’ paparnya.
Indonesia langsung tampil menekan sejak menit awal. Sementara Thailand mulai memasuki menit ketujuh bisa mengembangkan permainan.Di menit ke-15 Thailand yang giliran meneror gawang Indonesia lewat tembakan keras Thanawut Phochai. Namun tembakan Thanawut masih membentur tiang kiri gawang Indonesia.
Menit ke-17, giliran Indonesia yang mengancam. Namun umpan cut back Arlyansyah Abdulmanan kepada Muhammad Kafiatur masih bisa dipotong bek Thailand dan menghasilkan sepak pojok.
Lewat sepak pojok ini Indonesia berhasil membobol gawang Thailand lewat sontekan Jens Raven di menit ke-18, usai meneruskan sundulan Kadek Arel setelah menanduk sepak pojok Muhammad Kafiatur.Di menit ke-37, pemain Thailand Piyawat Petra melepaskan tendangan bebas yang mengenai tiang gawang kanan Indonesia. Beruntung, bola keluar setelah mengenai tiang saat kiper Indonesia Ikram Alghifari sudah ‘mati’ langkah.
Pada menit ke-43 Thailand kembali mengancam gawang Indonesia melalui tembakan Thanawut Phonchai tapi bisa ditangkap Ikram Algiffari.
Di menit ke-44 Indonesia mendapatkan tendangan bebas setelah M Riski Afrisal dilanggar Siradanai Phosri di depan kotak penalti Thailand. Tendangan bebas dieksekusi Toni Firmansyah, tapi bisa ditangkap kiper Thailand.
Hingga pertandingan babak pertama berakhir tak ada gol tambahan yang tercipta. Indonesia unggul 1-0 atas Thailand di babak pertama.Pada awal babak kedua Indonesia juga kembali langsung menampilkan permainan menyerang.
Sementara Thailand mencoba tampil tenang dan perlahan dalam membangun serangan. Meski demikian belum ada ancaman berarti dari Thailand di awal-awal babak kedua. Namun dari menit ke-60 hingga memasuki menit ke-70 Thailand mampu menguasai permainan, sementara Indonesia lebih banyak menyerang lewat serangan balik.
Di menit ke-80 percobaan tembakan dari luar kotak penalti dilepaskan bek Thailand Singha Marasa. Tapi tembakannya masih melambung di atas mistar gawang Indonesia. Pada menit ke-86 tembakan gelandang Thailand Paripan Wongsa mengarah tepat pada pelukan penjaga gawang Indonesia Ikram Algiffari.
Pada menit ke-90+2, wasit sempat membuat keputusan kontroversial usai pemain Thailand Jhetsaphat Kuanantanom membanting bola usai dinyatakan pelanggaran terhadap Arlyansyah, tapi tidak mendapatkan kartu kuning. Hingga laga berakhir tak ada gol tambahan yang tercipta.(rid/c18/ali/jpg)