JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan tidak membawa nama Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024. Ini setelah PKS membuka komunikasi dengan kubu Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto bersama partai Koalisi Indonesia Maju (KIM).
PKS menempuh langkah itu berdasarkan hasil rapat Majelis Syuro PKS. Pasalnya, pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman (Aman) gagal maju di Pilkada DKI Jakarta 2024 karena tak kunjung ada partai lain yang mengeluarkan rekomendasi.
“Opsi pertama itu kan ada Aman, dan di situ ada kader kami Bapak Sohibul Iman. Dan sekarang di opsi yang kedua juga sama kami mengusulkan apakah kader kami maju sebagai calon gubernur atau sebagai calon wakil gubernur,” kata Juru Bicara PKS Muhammad Kholid di DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2024).
PKS tidak bisa mengajukan calon sendiri karena hanya memiliki 18 kursi DPRD DKI Jakarta. Sedangkan syarat pencalonan adalah 22 kursi. Dalam komunikasi dengan Prabowo, PKS dipastikan tidak mengajukan nama Anies Baswedan untuk diusung. PKS memprioritaskan kader internal partai.
“Tentu ini opsi kedua beda dengan opsi pertama,” jelasnya.
Sampai saat ini PKS masih mengkaji berbagai opsi pertarungan Pilkada Jakarta. Meski telah membuka komunikasi dengan Prabowo, PKS menyatakan belum mendukung Ridwan Kamil, bacagub yang kemungkinan besar akan diusung KIM.
“Kami terus mengkaji dinamikanya ya. Kami tidak bisa mengatakan sudah pasti, sudah pasti dan sebagainya. Ini tentu proses kami dalam berkomunikasi duduk bersama mencari skema yang terbaik untuk warga Jakarta,” jelasnya.***
Editor : RP Edwar Yaman