PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Polemik pelarangan penggunaan jilbab yang menyasar petugas pengibar bendera pusaka (Paskibraka), menuai respon negatif dari berbagai pihak.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau Dr Hendri Sayuti MAg merespon keharusan melepas jilbab untuk pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) putri pada saat pelantikan dan menjalankan tugas pengibaran bendera Pusaka.
Dr Hendri menilai keharusan itu sebagai pandangan yang mundur dalam memaknai pancasila.
Ia mengatakan bahwa Pancasila merupakan konsensus dari para pendiri bangsa termasuk di dalamnya tokoh organisasi besar islam seperti Muhammadiyah yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama di mana nilai-nilai keagamaan justru memperkokoh pondasi pancasila. Serta keputusan tersebut merupakan langkah mundur dalam memaknai Pancasila.
Baca Juga: Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Evaluasi Ketua BPIP Buntut Pelarangan Paskibraka Berjilbab
“Pancasila itu konsesus para pendiri dan tokoh bangsa. Termasuk di dalamnya tokoh Muhammadiyah. Apa yang terkandung dalam nilai-nilai agama memperkokoh pondasi Pancasila itu. Saya kira ini langkah mundur memaknai Pancasila” jelas Hendri Sayuti, Kamis (15/8/2024).
Hendri sayuti menambahkan bahwa respon dari dirinya ini muncul mengingat salah satu anggota Paskribraka putri berasal dari Provinsi Riau yaitu Kabupaten Kampar.
Selanjutnya Ketua PW Muhamamdiyah Riau juga mendesak agar BPIP mencabut keputusan itu dan tidak diterapkan saat pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang.
"Semestinya pemerintah dalam hal ini BPIP fokus pada peningkatan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar dan bukan memberikan contoh buruk dengan melepas Jilbab para anggota Paskibraka putri yang sebelumnya telah berjilbab," tambahnya
Baca Juga: 18 Anggota Paskibraka Lepas Jilbab di Acara Pengukuhan, BPIP Bantah Adanya Larangan Paskibraka Kenakan Jilbab
Terakhir Hendri Sayuti meminta agar BPIP fokus terhadap kerja-kerja sebagaimana penamaan lembaganya yaitu Badan Pembinaan Ideologi Pancasila diberbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara
“Sesuai namanya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP fokus membina ideologi Pancasila ini di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk meningkatkan kualitas kehidupan seperti bekerja keras dalam memperkecil ketimpangan ekonomi, membangun masyrakat yang rasional, meningkatkan mutu demokrasi dan tatanan negara hukum” pungkasnya.
Editor : RP Bayu Saputra