JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sutradara Hanung Bramantyo pun ikut bersuara mengkritik pemerintah terkait RUU Pilkada dan aksi Kawal MK. Melalui akun Instagramnya @hanungbramantyo, ia menuliskan rasa kekecewaanya terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Padahal selama ini, ia dianggap pendukung Jokowi.
"10 tahun lalu saya pendukung Paslon 01 maju menjadi Presiden RI. Dan perlu dicatet. Dukungan saya BUKAN PADA PERSON, tapi pada visi-misinya menciptakan pemerataan ekonomi, pembangunan sarana-prasarana lintas daerah/pulau dan stabilitas keamanan dari kelompok-kelompok radikal. Banyak pendukung blio usai pemilu pada minta jatah menteri, komisaris, proyek, tapi saya ENGGA." tegas Hanung seperti dikutip pada Kamis (22/8/2024).
Suami artis Zaskia Adya Mecca itu juga mengaku pernah diundang ke istana dan menyampaikan masukan untuk industri perfilman di Indonesia.
"Sekali saya diundang ke Istana, ditanya oleh blio mau dibantu apa agar Industri Film Indonesia berkembang? Jawab saya: Tambahkan Kurikulum Film/Media ke Sekolah Dasar, Menengah dan Atas, agar masyarakat kita melek melek Visual dan gak gampang termakan hoax."
"Setelah itu, gak ada lagi acara main ke Istana. Saya balik ke kandang saya di @dapurfilm buat bikin film." tambahnya.
Hanung Bramatyo juga mengaku bahwa selama mendukung Jokowi, ia diajarkan mengapresiasi dan mengkritik.
"Saya diajarkan bapak cara mendukung Capres dengan sederhana: MENGAPRESIASI DAN MENGKRITIK. Saya akan apresiasi setingginya jika melakukan kerja nyata dan saya akan mengkritik se-julid-nya jika mbalelo," tulisnya lagi.
Ia juga menumpahkan kekesalannya terkait situasi politik di Indonesia saat ini.
"Hari ini, saya sudah gak bisa diam melihat ke-ABSURD-an negeri ini. Sebetulnya sudah sejak periode kedua dimulai. Rasanya pengen teriak, tapi saya tahan. Namun sejak skandal MK yang memuluskan sang pangeran melenggang ke RI 2, saya sudah ga tahan. Dan kemaren, saya benar2 tersayat. Kok bisa hukum diudel-udel seperti rujak. Sedih. Marah. Kecewa, YESS." ujar Hanung.
Menurut Hanung, ia tidak menyesal sudah mendukung Jokowi, karena alasan berikut:
"Tapi saya tidak MENYESAL. Karena saya sadar yang saya pilih bukan Nabi. Sejarah sudah membuktikan, saat manusia berada diatas maka dia sudah merasa memilik segalanya. Apalagi Indonesia ini negara KUAYA POLL. Mungkin saya pun begitu hahaha…"
Terakhir Hanung Bramantyo menuliskan jika demokrasi mengajarkan untuk mengkritik dengan baik.
"Saya cuma mau bilang: ‘Jem, inilah demokrasi. Suara kita adalah Kritik kita, gak cuma dukungan membabi-buta. Saat Kritik dibungkam, saatnya kita bergerak. Dan saat Demokrasi di rusak, gak ada cara lagi KITA HARUS MELAWAN." tutupnya.
Sumber: Pojoksatu.id