Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pertalite Diganti Pertamax Green 92? Simak Perbedaannya dengan Pertamax

Redaksi • Jumat, 27 September 2024 | 12:25 WIB

Pertalite akan hilang di SPBU.
Pertalite akan hilang di SPBU.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Dulunya masyarakat hanya mengenal bensin untuk minyak kendaraan bermotor. Kini bensin telah berganti dengan pertalite. Namun ada kabar pertalite juga akan segera digantikan. Benarkah?

Disebut-sebut sebagai calon pengganti pertalite adalah Pertamax Green 92. Lalu apakah Pertamax Green 92 ini. Tentu banyak yang belum memahaminya. Apakah Pertamax dan Pertamax Green 92 sama? Pastinya berbeda.

Informasi dari MyPertamina, Pertamax Green 92 merupakan bensin yang diracik dengan campuran etanol 7 persen, sebuah sumber energi terbarukan yang telah teruji oleh WWFC (Worldwide Fuel Charter).

Pertamax Green 92 diklaim dapat menurunkan emisi gas buang kendaraan. Etanol ini dihasilkan dari molases tebu. Sesuai namanya, Pertamax Green 92 memiliki RON (Research Octane Number) sebesar 92. Meski Pertamax juga memiliki kadar oktan yang sama, perbedaan utamanya adalah bahwa Pertamax diolah dari minyak bumi.

Banyak manfaat yang didapat dengan memakai BBM jenis pertamak. Hal itu karena pertamax dilengkapi dengan fitur ecosave technology, yang berfungsi mirip detergen untuk membersihkan komponen mesin. Teknologi ini juga berperan sebagai pelindung anti karat, dikenal sebagai corrosion inhibitor.

Harga Pertamax Green 95 per 1 September 2024 adalah Rp13.650 per liter, sedangkan harga Pertamax Green 92 di SPBU Pertamina berkisar antara Rp 12.500 hingga Rp13.900 per liter.

Untuk Pertalite sendiri memiliki ciri khas warna hijau terang dan jernih, memiliki RON 90. BBM ini merupakan jenis penugasan atau subsidi dari pemerintah. Di samping itu, Pertamina juga memproduksi BBM nabati lainnya, yaitu Pertamax Green 95, yang memiliki campuran etanol 5 persen dan resmi diperkenalkan pada Juli 2023.

Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina Persero, menyatakan Pertamina telah meluncurkan Program Langit Biru Tahap 2, yang mencakup kajian internal mengenai BBM ramah lingkungan.

"Nah, ini kita lanjutkan sesuai rencana adalah Program Langit Biru tahap 2, dimana BBM subsidi kita naikkan dari RON 90 ke RON 92. "Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengusulkan Pertamax Green 92 dan membahasnya lebih lanjut, karena aturan KLHK menyatakan octane number yang boleh dijual di Indonesia itu minimum 91," pungkasnya.

Menggunakan campuran etanol, Pertamax Green diharapkan dapat membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor dan mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 31 persen pada tahun 2050.

Pertamax Green diklaim memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Pertalite karena memiliki oktan yang lebih tinggi. Teknologi mesin kendaraan saat ini semakin maju, sehingga memerlukan angka oktan yang sesuai dengan rasio kompresi. BBM yang beredar di Indonesia seharusnya memenuhi standar emisi gas buang Euro 4, yang mengharuskan minimal RON 91.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#pertamina #pertalite diganti #Pertamak