JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Seorang guru SD di Wonosobo, Jawa Tengah, bernama Marsono dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap muridnya. Tak lama usai pelaporan kasus ini pun langsung viral. Padahal Marsono melerai pertengkaran murid kelas 3 berinisial E (10) di sekolah.
Orang tua murid pun akhirnya melaporkan Marsono ke polisi. Marsono diminta uang damai Rp30 juta setelah dipolisikan wali murid. Marsono juga dipaksa mengaku memukul siswanya oleh orang tua murid.
Dimintai uang Rp30 juta tentu saja Marsono tidak sanggup membayar uang damai itu. Publik pun akhirnya menaruh simpati dan muncul di media sosial bertagar 'Peduli #PakMarsono Stop Kriminalisasi Guru'.
Kepedulian terhadap Marsono itu juga datang dari elemen guru yang mengumpulkan uang koin Rp500 untuk Marsono. Kepedulian itu sekaligus bentuk sindiran terhadap wali murid yang mempolisikan Marsono.
Hingga saat ini beragam warga telah berdonasi. "Yuk Guru ASN Galang Dana Rp30 juta. Donasikan kepada wali murid, dengan catatan uang pecahan Rp500," bunyi selebaran di media sosial atas kepedulian terhadap Marsono, Kamis (31/10).
Dalam sebuah YouTube, Marsono menceritakan kronologi peristiwa itu. Marsono mengaku peristiwa itu terjadi dalam perjalanan dari SDN 1 Wonosobo menuju Alun-alun Wonosobo, Jawa Tengah, pada Kamis (5/9).
Ketika itu, Marsono tengah membawa murid-muridnya untuk melaksanakan kegiatan belajar di Alun-alun Wonosobo. Namun, di tengah perjalanan ada siswa yang sedang merebut bola milik murid perempuan.
Pria yang karib disapa Pak Son itu langsung menegur murid yang merebut bola itu, hingga akhirnya melepaskan bolanya. Namun, E yang diduga merebut bola malah emosi.
Ada siswa yang sedang merebut bola anak putri. Di situ sampai sikut-sikutan dan jerit-jeritan. "Kemudian, yang lain menyoraki. Si E malah kelihatan emosi, mau masang badan gitu," cerita Marsono.
Tak ingin E memukul teman-temannya, Marsono langsung menarik pundak muridnya itu. Marsono pun menegur E untuk tidak nakal kepada teman-temannya. "Saya tarik ke belakang, lalu saya ingatkan 'tak usah nakali teman, kalau nakali teman mending balik ke kelas enggak usah ikut olahraga," ujar Marsono.
Sebagai pendidik, Marsono menghubungi orang tua E untuk bisa memantau perlakuan anaknya di sekolah. Setelah itu, orang tua E yang berinisial AS mendatangi sekolah pada Jumat (6/9).
Dalam kesempatan itu, AS mengungkapkan bahwa anaknya dipukul oleh Marsono. Sementara, Marsono menegaskan tidak pernah memukul E saat memberikan teguran. "Bilang gitu, dipukul mukanya," pungkas Marsono.
Editor : RP Rinaldi