JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin kyang mengambil keputusan bahwa peredaran iPhone 16 haram di Republik Indonesia (RI), membuat pihak Apple yang bermarkas di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) panik.
Ramai masalah iPhone 16 Series yang bakalan dilarang peredarannya di Indonesia, adalah akibat Apple yang tidak mau menambah komitmen investasi dan nurut dengan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN perangkat smartphone-nya.
Apple dikabarkan merayu pemerintah melalui Kemenperin dengan rencana menambah komitmen investasi. Sebelumnya diberitakan, rencana Apple menambah investasi di RI mencapai Rp 157 miliar.
Baca Juga: Kredit Macet UMKM Resmi Dihapus Presiden Prabowo, Simak Penjelasan Teknis Pelaksanaannya
Investasi tersebut kabarnya akan diwujudkan melalui lokalisasi pembuatan aksesori gadget Apple di Bandung, Jawa Barat. Salah satu aksesori yang mungkin masuk dalam list adalah perangkat charger, nantinya mungkin diproduksi lokal alias bikinan Bandung.
Sebelumnya diberitakan, informasi tersebut merujuk pada laporan Bloomberg melalui sumber yang tidak disebutkan namanya. Apple mengusulkan investasi dengan nilai hampir USD 10 juta atau berkisar Rp 157 miliar lebih untuk memproduksi sejumlah produk di Indonesia.
Nantinya, Apple akan menanamkan modalnya ke sebuah pabrik di Bandung, Jawa Barat yang bermitra dengan sejumlah pemasoknya. Pabrik itu akan memproduksi aksesoris dan komponen untuk gadget Apple.
Baca Juga: Ini Isi Pidato Klaim Kemenangan Donald Trump di Pilpres AS 2024
Apple kabarnya sudah mengajukan proposal tersebut kepada Kementerian Perindustrian. Saat ini proposal tersebut masih dipertimbangkan oleh Kemenperin. Hingga berita ini ditulis, JawaPos.com masih belum mendapatkan tanggapan dari pihak Kemenperin.
Namun sebagai informasi, Apple dalam beberapa waktu ke belakang ini memang sedang dalam upaya keluar dari cengkeraman manufaktur Tiongkok. Beberapa produk yang tadinya banyak diproduksi di Tiongkok, kini mulai di sebar ke negara Asia lainnya.
Salah satunya adalah Vietnam. Tujuan Apple tidak lagi fokus pada Tiongkok salah satunya karena geopolitik dan tentunya belanja SDM yang tidak lagi murah. Makanya Apple ini banyak melirik negara lainnya seperti India dan Tiongkok.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal