JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komjen Pol Ahmad Dofiri resmi ditunjuk Mabes Polri menjadi Wakapolri baru. Mantan Kapolda Jawa Barat itu adalah perwira tinggi senior yang sudah banyak menduduki jabatan penting.
Komjen Ahmad Dofiri berpengalaman di bidang SDM, merupakan lulusan Akpol tahun 1989. Dia tercatat mendapat gelar Adhi Makayasa di angkatannya.
Sebelumnya, Komjen Dofiri merupakan Ketua Komisi Etik Polri (KKEP) terkait pelanggaran etik Ferdy Sambo. Dalam sidang KKEP yang dipimpin Dofiri pada 26 Agustus 2022 menjatuhkan sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Sambo terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Inspektur Pengawasan Umum Polri. Jauh sebelum itu, dia pernah menduduki jabatan Kapolsek Metro Kebayoran Baru (1998), Kapolres Bandung (2007), Kapoltabes Jogjakarta (2009), Wakapolda DIY (2013), Karobinkar SSDM Polri (2014), Kapolda Banten (2016) Kapolda Jawa Barat (2020), Kabaintelkam Polri (2021), Irwasum Polri (2023).
Sementara dari aspek pendidikan, Dofiri mengawalinya di Akademi Kepolisian (1989), Dikjur Serse Umum (1992) Daspa Brimob (1994) Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996) Sespim Polri (2003), dan Sespimti Polri (2012).
Sebelumnya, Mabes Polri resmi menunjuk Komjen Pol Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri. Kursi nomor 2 di Korps Bhayangkara ini sempat kosong cukup lama setelah ditinggal oleh Agus Andrianto yang menjadi menteri Kabinet Merah Putih.
"Terdapat 1 ST Mutasi Pada Tanggal 11-11-2024," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Selasa (12/11).
Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2517/xi/kep./2024. Di dalam telegram ini terdapat 55 personel Polri yang mendapat promosi.
Selain Dofiri, ada juga Irjen Dedi Prestyo yang menjadi Irwasum Polri, Irjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menjadi Kalemdiklat Polri, Brigjen Pol Cahyono Wibodo menjadi Kakortastipidkor, dan lain sebagainya.***
Editor : RP Edwar Yaman