MAKASSAR (RIAUPOS.CO) - Aksi 1 Desember yang kerap digelar pengibaran bendera Papua Merdeka oleh organisasi separatis papua (OPM), juga diikuti aksi demonstrasi dilakukan mahasiswa Papua di berbagai daerah di tanah air. Salah satunya di Makassar, berakhir ricuh antara demonstran dengan kepolisian, Senin (2/12/2024).
Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Mamajang, kota Makassar, menjadi saksi bisu keributan antara pihak Kepolisian dan mahasiswa Papua. Fasilitas umum di lokasi ini dirusak akibat kericuhan dan aksi lemparan batu yang pecah.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, dikutip dari Fajar.co, unjuk rasa tersebut dalam rangka peringati hari Papua, pada Senin (2/12/2024).
Baca Juga: PON XXI Aceh-Sumut 2024, Pupus Sudah Harapan Sepakbola Riau setelah Ditekuk Papua Pegunungan 3-1
Aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 WITA hingga siang hari.
Karena situasi yang mulai tidak kondusif, ratusan Polisi langsung disiagakan di sekitar Asrama Papua.
Bukan hanya Kepolisian, personel TNI juga turut melakukan pengamanan di sekitar Jalan Lanto Daeng Pasewang.
Baca Juga: Laga Hidup Mati; Pertandingan Riau melawan Papua Pegunungan
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib yang ditemui di lokasi mengaku menyayangkan aksi yang berlangsung ricuh tersebut.
"Mereka ada pemberitahuan aksi tapi seharusnya aksi damai, nah setelah melakukan aksi seperti apa yang mereka mohonkan," ujar Ngajib Senin siang.
Dikatakan Ngajib, pihaknya terus melakukan imbauan kepada massa aksi agar tetap menyuarakan aspirasinya dengan damai.
Baca Juga: Massa Demo Perusahaan, PT Tasma Puja Sebut Sudah Tunaikan Semua Kewajiban
"Tapi ternyata mereka melakukan aksi anarkis melempar batu," sebutnya.
Kata Ngajib, akibat lemparan batu yang dilakukan massa aksi, terdapat dua anggotanya yang mengalami luka.
"Anggota luka ada dua orang kena batu kepalanya, tangannya," Ngajib menuturkan.
Baca Juga: Pasca Aksi Demo Massa, Kapolres Kumpulkan Camat, Kades, dan Pj Kades
Lebih jauh dijelaskan Ngajib, pembubaran paksa dilakukan pihaknya setelah ada aksi pengerusakan fasilitas umum oleh massa aksi.
"Ada juga melakukan perusakan, fasilitas umum beberapa ada yang rusak, jadi kita lakukan tindakan tegas kita bubarkan mereka," tambahnya.
Meskipun ada perlawanan dari massa aksi, Ngajib menuturkan bahwa pihaknya bisa mengendalikan situasi.
Baca Juga: Aksi Demo Mahasiswa Unri di Gedung Rektorat Berlangsung Ricuh
"Tidak begitu lama, akhirnya kita bisa amankan situasi,sekarang sudah kondusif," tukasnya.
Ngajib menambahkan, mahasiswa Papua yang melakukan aksi unjuk rasa itu dalam rangka merayakan peringatan 1 Desember.
"Mereka melaksanakan kegiatan aksi perayaan 1 Desember, tadi aksi damai tapi mereka melakukan aksi damai," tandasnya.
Untuk diketahui, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang merupakan kelompok separatis mengibarkan bendera Bintang Kejora Papua Barat pada 1 Desember setiap tahunnya.
Dan, ini juga dilakukan mahasiswa Papua di berbagai wilayah di Indonesia.
"Kita tetap lakukan penjagaan disini, libatkan 450 personel gabungan dengan TNI juga," kuncinya.
Usai kericuhan, aparat keamanan terus menjaga ketat Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.15 WITA, tampak ratusan personel kepolisian berseragam berjaga di area sekitar Asrama Papua.
Penjagaan ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah potensi gangguan keamanan lebih lanjut.
Baca Juga: Jalur Riau-Sumbar hanya Bisa Dilewati Roda Dua, Roda 4 ke Atas Dilarang dan Diarahkan ke Kiliran Jao
Diketahui, sedikitnya 500 personel gabungan TNI/Polri dikerahkan untuk berjaga dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Papua yang berakhir ricuh tersebut.
Kapolrestabes Makassar mengatakan, khusus kepolisian, pihaknya menyiagakan sebanyak 450 personel.
"Kita tetap lakukan penjagaan di sini, libatkan 450 personel dengan pelibatan TNI sekitar 50 orang untuk membackup," ujar Ngajib.
Baca Juga: Kenaikan Gaji 6,5 Persen Jaga Ekonomi Kelas Menengah
Usai membubarkan paksa massa aksi, Ngajib menuturkan bahwa massa aksi sebenarnya memberikan surat pemberitahuan. Hanya saja, saat berlangsung aksi yang dilakukan berakhir ricuh.
Sumber: Fajar.co
Editor : RP Eka Gusmadi Putra