Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Apple Tanam Investasi di Batam Rp16,2 Triliun, Menteri Komdigi Ingin Lebih Besar Lagi, SDM Tak Boleh Jadi Alasan

Redaksi • Jumat, 10 Januari 2025 | 08:45 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).
Menkomdigi Meutya Hafid saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mendukung pabrik aksesori AirTag di Indonesia yang bakal dibangun oleh Apple. Namun demikian dia berharap investasi Apple ke Indonesia lebih besar dibanding Microsoft.

Diketahui pembangunan pabrik itu bakal menggelontorkan dana investasi cukup besar. Sebelumnya Microsoft telah berinvestasi di Indonesia senilai USD 1,7 miliar. Angka sebanyak itu untuk membangun infrastruktur cloud dan AI baru di Indonesia selama empat tahun ke depan.

"Jadi maksudnya kami juga mengharapkan investasi yang lebih besar dari Apple karena sudah ada investasi-investasi dari yang lainnya (Microsoft) yang sudah cukup besar. Sementara Apple kan kita tahu juga perusahaan raksasa di dunia," kata Meutya saat ditemui di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (9/1).

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) IT di Indonesia diduganya menjadi foktor rendahnya nilai investasi Apple dibanding negara lain. Politisi Partai Golkar ini menegaskan, hal ini tidak bisa menjadi alasan dalam berinvestasi.

"Kalau SDM-nya belum siap, bagaimana caranya juga untuk membantu mempersiapkan in-line dengan membangun pabrik. Kita mendukung. Tapi jangan jadi kayak ayam dan telur tunggu-tungguan. Investasi baik dalam bentuk pabrik, apapun juga kompetensi SDM ya harus jalan bersama, tidak bisa memilih satu," tukas dia.

Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani telah bertemu dengan perwakilan Apple di kantornya, Selasa (7/1).

Apple berkomitmen untuk berinvestasi membangun pabrik aksesori AirTag yang diklaim bernilai USD 1 miliar (Rp16,2 triliun) di Batam, Indonesia.

Bermula dari nilai investasi itu, rencananya 65 persen AirTag dunia akan dipasok dari pabrik yang akan dibangun di Batam. "Pada intinya mereka bicara dan berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama vendor AirTag itu USD 1 miliar. Diharapkan nanti 65 persen dari kebutuhan AirTag global itu dari pabrik yang akan berdiri di Batam," kata Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Adapun AirTag merupakan aksesori seperti gantungan kunci. Berbeda dengan gantungan biasanya, AirTag disematkan teknologi sehingga bisa dilacak melalui perangkat ponsel.

Sumber: Batampos.id

Editor : Rinaldi
#investasi Apple #meutya hafid #bangun pabrik