JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ada beberapa gagasan untuk pembiayaan program makan bergizi gratis (MBG). Salah satunya datang dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin.
Sebelumnya ada usulan penggunaan dana zakat infaq dan sedekah (ZIS) untuk membiayai program makan bergizi gratis (MBG). Kini Ketua DPD RI mengusulkan uang koruptor untuk menjadi sumber pendanaan program MBG.
Sultan menegaskan, dirinya hanya menyampaikan ide dan gagasan untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto tersebut. Termasuk, ide zakat untuk menjadi sumber pendanaan MBG.
"Kami juga akan memberikan masukan ke pemerintah agar dana para koruptor atau pengemplang uang negara yang selama ini banyak di simpan di luar negeri, agar digunakan untuk sukseskan program MBG ini," kata Sultan kepada wartawan, Jumat (17/1).
Dia mengaku mendapat masukan agar menyampaikan ke pemerintah untuk membuka ruang bagi orang perorangan atau swasta agar berpartisipasi dalam pembiayaan MBG. Ia menekankan, setiap masukan itu jadi indikator adanya keinginan dari masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk berpartisipasi.
"Karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang terkenal dermawan, tolong menolong dan bergotong royong," ujar Sultan.
Dia menyebut hanya memancing banyak pihak mulai swasta dan masyarakat lain yang berniat atau berminat untuk membantu pemerintah untuk sukseskan sekaligus mengawasi program MBG ini.
Lebih lanjut, Sultan juga menyinggung soal Prabowo yang menggunakan dana pribadi untuk program MBG. Ia pun mengklaim siap melakukan hal yang sama jika diminta pemerintah.
"Saya pribadi pun sebagai anggota parlemen, jika diminta oleh pemerintah untuk mendukung secara langsung untuk melakukan hal tersebut pasti akan dengan senang hati sesuai dengan kemampuan masing-masing," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi