JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mulai direalisasikan pada Januari 2025 lalu setelah melalui masa uji coba dan evaluasi. Meski dilakukan secara bertahap, kegiatan ini menjadi wujud janji kampanye yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pemerintah membuka diri bagi siapapun untuk bekerjasama dan kolaborasi dalam menyukseskan program MBG ini demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
PT Yakult Indonesia Persada, anak usaha Yakult Honsha Co Ltd Japan yang memproduksi dan memasarkan produk minuman susu fermentasi merek Yakult mendukung penuh keberhasilan program ini dengan turut terlibat langsung.
Melalui seminar bertajuk 'Shokuiku: Nutrisi dan Edukasi' Yakult ingin berkontribusi lewat pendidikan makanan bergizi kepada masyarakat Indonesia. Yakult mengangkat tema ini karena sejak lebih dari 80 tahun, Jepang telah melakukan edukasi pola makan siang di sekolah yang disebut dengan program “Shokuiku”.
Dimana Shokuiku ini tidak Hany mengatur soal gizi tetapi juga pola makan seimbang yang masih berjalan hingga saat ini dan menjadi kearifan pemerintah Jepang.
Dalam seminar ini, PT Yakult Indonesia Persada secara khusus menghadirkan Prof. Naomi Aiba dari Kanagawa University Jepang yang sering memberi edukasi kepada jurnalis dan praktisi yang menghadiri Kyushoku atau belajar makan Siang di sekolah dalam skala lokal di Jepang ataupun Internasional.
Hal tersebut agar semakin banyak masyarakat yang paham tentang gizi dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Hiroshi Kawaguchi mengatakan, program MBG yang dijalankn oleh pemerintah saat ini sudah tepat karena kebutuhan gizi bagi masyarakat khususnya pada anak-anak dan ibu hamil.
"Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat Indonesia terutama ibu hamil, dan anak-anak untuk mendapat edukasi mengenai makanan bergizi serta mengonsumi makanan tersebut," kata Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Hiroshi Kawaguchi dalam sambutannya, Kamis (13/2/2025).
Sebagai bentuk dukungan nyata, kaya dia, beberapa waktu lalu Yakult turun dan ikut dalam uji coba makanan gratis di sejumlah sekolah. Yakult membagikan produk kepada murid sambil belajar tentang pola hidup dan sehat serta memberikan edukasi yang singkat tentang makanan bergizi dan fungsi usus.
"Agenda lainnya adalah bekerja sama dengan posyandu di berbagai daerah. terutama di Sulawesi Selatan untuk membagikan produk kepada anak-anak untuk meningkatkan status gizinya," ucapnya.
Oleh karenanya, Yakult berusaha terus ikut serta dalam kegiatan MBG tersebut dan berkontribusi dalam meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia ke depannya.
"Besar harapan saya seminar nasional ini bisa bermanfaat bagi bapak ibu semua dalam rangka menuju Indonesia Emas tahun 2045," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari yang hadir membuka seminar itu menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Yakult.
Qodari menyebut program MBG yang awalnya ditargetkan Presiden mencapai 100 persen atau 83 juta penerima pada tahun 2029, saat ini dimajukan pada akhir 2025. "Jadi ini suatu target yang sangat luar biasa," katanya.
Hadir dalam seminar tersebut Badan Gizi Nasional melalui Deputi Promosi dan Kerjasama Dr. Drs. Nyoto Suwignyo yang memberi informasi terkait regulasi dan target pemerintah. Hadir juga akademisi dan ahli teknologi pangan dari IPB Prof. Made Astawan dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan, Ema Setyawati, S.Si, Apt, ME. (Yus)
Editor : M. Erizal