Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jumlah Kepala Daerah yang Dilantik Angkanya Ganjil 961, Ini Penyebabnya

Redaksi • Kamis, 20 Februari 2025 | 20:21 WIB

 

961 kepala daerah dilantik serentak oleh Presiden Prabowo di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
961 kepala daerah dilantik serentak oleh Presiden Prabowo di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jumlah kepala daerah yang dilantik Presiden Prabowo di halaman Istana Negara sebanyak 961 orang, Kamis (20/2/2025). Momen bersejarah pelantikan kepala daerah ini pun menarik perhatian, karena selain dilaksanakan serentak oleh presiden, jumlah ganjil 961 kepala daerah juga jadi tanya publik.

Kenapa kepala daerah yang dilantik serentak oleh Presiden Prabowo berjumlah ganjil? Seharusnya, tentu angka genap, karena yang dilantik berpasangan.

Prosesi pelantikan diawali dengan kirab dari lapangan Monumen Nasional (Monas). Acara pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pelantikan gubernur dan wakil gubernur, serta pembacaan Keputusan Menteri Dalam Negeri terkait pengesahan bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

Presiden Prabowo yang memimpin prosesi pelantikan menanyakan kepada ratusan kepala daerah.

"Bersediakah saudara-saudara mengucap sumpah janji menurut agama masing-masing?" tanya Prabowo saat memimpin pelantikan ratusan kepala daerah.

"Bersedia," jawab para kepala daerah.

Prabowo kemudian memimpin pengambilan sumpah jabatan para kepala daerah. Sumpah janji jabatan itu diikuti oleh 961 kepala daerah yang dilantik secara serentak.

"Saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai wali kota, sebagai wakil wali kota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," kata Prabowo diikuti ratusan kepala daerah.

Adapun, dari 961 kepala daerah yang dilantik, mereka terdiri dari terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota. Pelantikan secara serentak ini merupakan yang pertama kali digelar dalam sejarah Indonesia.

Ternyata jumlah ganjil 961 ini muncul dari selisih bupati dan wakil bupati yang dilantik.

Dimana terdapat 363 bupati dan 362 wakil bupati. Artinya, ada satu wakil bupati tak dilantik. Kenapa ya?

Berdasarkan penelusuran Riaupos.co, jumlah berbeda untuk bupati dan wabup yang dilantik sehingga menyebabkan total kepala daerah dilantik dengan angka ganjil, 961, karena ada satu wakil bupati yang tak ikut dilantik yakni dari wilayah Jawa Barat.

Dari total 481 daerah terdiri dari 33 provinsi, 364 kabupaten, dan 84 kota di Indonesia.

Dari Jawa Barat, dikutip dari Radarbogor, ada 27 pasangan yang resmi dilantik Presiden Prabowo, terdiri dari 1 gubernur, 9 wali kota dan 17 bupati.

Dari total 27 kepala daerah ini, satu di antaranya tanpa didampingi wakilnya yakni Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Hal itu disebabkan wakil bupati Ciamis terpilih Yana D Putra meninggal dunia karena sakit pada November 2024 lalu. Atau H-2 jelang pencoblosan pilkada serentak 2024.

Editor : Eka G Putra
#Jumlah kepala daerah dilantik ganjil #Bupati dan Wakil Bupati #wali kota dan wakil wali kota #pelantikan kepala daerah 2025 #Gubernur dan wakil gubernur #961 kepala daerah #Penyebab kepala daerah dilantik angka ganjil #prabowo lantik kepala daerah #Jumlah kepala daerah dilantik 961