PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang meminta bantuan helikopter untuk mengantisipasi dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Empat helikopter sedang dalam proses pengiriman ke Riau.
“Pihak BNPB mengonfirmasi bahwa mereka akan mengirimkan bantuan berupa tiga unit helikopter water bombing,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal, Rabu (16/4). “Ada juga satu unit helikopter untuk patroli yang akan dikirim ke Riau. Jadi nantinya akan ada empat unit helikopter,’’ tambahnya.
Dijelaskan M Edy, saat ini pihak BNPB masih ada beberapa prosedur yang harus disiapkan. “Saat ini masih diproses untuk pengiriman helikopternya ke Riau. Mudah-mudahan dapat segera dikirim karena beberapa hari ini Provinsi Riau sudah dilanda cuaca panas,” harapnya.
Namun demikian, karhutla di Riau saat ini masih terkendali. Beberapa lokasi karhutla yang sebelumnya terpantau sudah berhasil dipadamkan. “Alhamdulillah, karhutla di Riau saat ini nihil. Namun demikian, tim gabungan tetap bersiaga jika sewaktu-waktu terjadi karhutla maka akan langsung dipadamkan sehingga tidak meluas,” sebutnya.
Diketahui, Pemprov Riau menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak 27 Maret lalu hingga 30 November mendatang. Usai penetapan status tersebut, Pemprov Riau mengusulkan permintaan bantuan helikopter water bombing dan patroli ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Permintaan bantuan helikopter ke BNPB diusulkan sebanyak 8 unit yang terdiri dari enam unit helikopter water bombing dan dua unit helikopter patroli. Upaya ini sebagai antisipasi karena prediksi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Riau mulai memasuki musim panas pada Mei-Juni.
Selain helikopter, Pemprov Riau juga mengusulkan permintaan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke BNPB dan BMKG pusat. “Jadi nanti saat curah hujan wilayah Riau mulai berkurang dan masuk musim kemarau namun masih berawan, maka bisa langsung dilakukan OMC untuk antisipasi karhutla,” tuturnya.(sol)
Editor : Arif Oktafian