JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengkritik menteri-menteri yang sowan ke Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada momen Idulfitri lalu. Sebelum itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Jokowi atau 2015-2016 itu mengkritik Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Sutiyososetuju usulan pencopotan Gibran seperti diutarakan Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta 2 periode ini, tindakan menteri-menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih yang meminta arahan kepada Presiden ke-7 Jokowi adalah tindakan loyalitas ganda.
"Bisa diterjemahkan loyalitas ganda yang tidak boleh terjadi dalam organisasi apa pun," tegas mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso dikutip dalam kanal Youtube Hersubeno Point, Ahad (27/4/2025).
Dia mengingatkan menteri-menteri Presiden Prabowo Subianto agar loyalitasnya tegak lurus.
"Loyalitas tegak lurus pada pimpinan tertinggi saat dia menjabat di mana," kata Sutiyoso.
Diketahui, pasca Idulfitri 1446 H, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih silih berganti datang ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Di depan wartawan, Sakti Wahyu Trenggono dan Budi Gunadi Sadikin bahkan kompak memanggil Jokowi sebagai bos.
"Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya,” ujar Trenggono.
Budi Gunadi pun turut memanggil Jokowi dengan sebutan bos.
"Silaturahmi karena Pak Jokowi kan bosnya saya. Jadi, saya sama ibu mau silaturahmi mohon maaf lahir dan batin. Juga doain supaya Pak Presiden dan Ibu itu sehat, karena saya masih jadi Menteri Kesehatan kan," kata Budi.
Kritik Wapres Gibran
Sebagai Purnawirawan TNI berpangkat Letnan Jenderal, Sutiyoso mendukung penuh tuntutan Forum Purnawirawan Prajurit TNI, yang salah satunya mengusulkan pergantian Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Sutiyoso, nasib bangsa ini dipertaruhkan andai Presiden Prabowo sakit atau berhalangan tetap, maka otomatis Gibran yang jadi Presiden.
"Kita doakan 08 (Prabowo) selamat, sehat, bahkan satu periode lagi. Tapi andai kata amit-amit 08 berhalangan tetap, siapa jadi presiden? Ya otomatis wakil presiden, itu konstitusi kita," kata Sutiyoso dalam Youtube Hersubeno Point.
"Dengan model kayak gitu apa cukup menangani masalah negara yang sangat kompleks. Nasib bangsa ini dipertaruhkan," tegas mantan Kepala BIN Sutiyoso lagi.***
Editor : Edwar Yaman