Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

JCH Riau 11 Kloter Penuh, 2 Kloter Gabungan, Dilarang Berswafoto di Tempat Bertanda Larangan

Redaksi • Selasa, 29 April 2025 | 09:21 WIB
Manasik JCH Riau
Manasik JCH Riau

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menetapkan jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah calon haji (JCH) Riau menjadi dua gelombang. Gelombang I ada 11 kelompok terbang (Kloter) dan Gelombang II ada 2 kloter. Total ada 13 kloter.

Dari 13 kloter tersebut, 11 kloter merupakan kloter penuh Riau, sedangkan 2 sisanya kloter gabungan dengan provinsi lain. ‘’JCH Riau tergabung full (penuh) dalam kloter 3 hingga kloter 12, dan Kloter 15 Embarkasi Batam,’’ ujar Kepala Bidang (Kabid) Haji Kemenag Riau, Defizon, Senin (28/4).

‘’Sisanya bergabung ke kloter 13 bersama jemaah dari Provinsi Jambi dan kemudian ada juga lima orang JCH Kota Pekanbaru nanti bergabung dengan jemaah Kepulauan Riau masuk dalam Kloter 17 Embarkasi Batam,’’ tambahnya.

Gelombang I diberangkatkan mulai 3 Mei hingga 13 Mei dan kembali ke Tanah Air mulai 14 Juni hingga 24 Juni 2025. Sedangkan Gelombang II diberangkatkan pada 16 Mei 2025 dan 19 Mei 2025 serta kembali ke Indonesia pada 27 Juni dan 30 Juni 2025, yang merupakan pemulangan terakhir yakni kloter 17.(selengkapnya lihat grafis)

“Kloter 3 Embarkasi Batam yang diisi jemaah asal Pekanbaru pertama kali masuk ke asrama haji Batam. Kemudian menyusul kloter selanjutnya,” ujarnya.

Sebanyak 437 JCH asal Kota Pekanbaru ini akan menginap satu hari di Asrama Haji Batam dan kemudian pada 4 Mei mereka akan diterbangkan dan tiba di Madinah/Jeddah. Jemaah haji kloter ini dijadwalkan kembali di Indonesia pada 14 Juni 2025.

Baca Juga: Keju Kaya Kalsium, Protein, Vitamin dan Lemak Baik, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Biaya Domestik JCH Pekanbaru Tak Ditanggung

Kemenag Kota Pekanbaru menetapkan biaya keberangkatan domestik JCH asal Kota Pekanbaru sebesar Rp4,6 juta. Pemerintah Kota (Pemko) memastikan tidak menanggung biaya domestik ini. Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, Senin (28/4).

Zulhelmi yang menghadiri kegiatan manasik di hari terakhir JCH Pekanbaru di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau kemarin menjelaskan, meski tidak menganggarkan untuk bantuan biaya domestik, Pemko Pekanbaru akan membantu biaya bus menuju ke Bandara SSK II Pekanbaru.

“APBD ini kan sudah disahkan sejak bulan sembilan lalu. Itu memang tidak teranggarkan biaya domestik ini. Tetapi ada kebijakan kami untuk membantu biaya dari titik kumpul sampai bandara,” ujar Ami, panggilan akrabnya.

Pada kesempatan kemarin, Ami juga berpesan kepada para pendamping haji untuk bisa memberikan pelayanan yang baik terhadap para jemaah Pekanbaru yang merupakan terbanyak di Provinsi Riau. “Ada 1.319 jemaah. Pak Wali Kota berpesan agar pendamping haji daerah benar-benar melayani seluruh jemaah Pekanbaru, baik terkait kesehatan dan keperluan lain,” ujarnya.

Para jemaah juga didoakan sehat selalu sehingga dapat melaksanakan semua rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan menjadi haji yang mabrur. “Kita berharap perjalanan haji ini lancar, mulai dari berangkat dan kembali lagi. Semoga semua sehat dan bisa melaksanakan seluruh wajib, rukun sunah-sunah haji sehingga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Baca Juga: Pasal TPPU Bisa Diterapkan ke Advokat Marcella Santoso dalam Kasus Suap Vonis Lepas CPO Puluhan Miliar

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi optimististis JCH Pekanbaru sudah memahami rangkaian ibadah haji. Hal itu terlihat saat praktik manasik haji yang telah dilaksanakan. Dirinya mendoakan agar jemaah dan para petugas haji sehat selalu.

“Jadi gambaran saya, para jemaah bisa melaksanakan dengan baik. Terbukti saat simulasi manasik kemarin sudah memahaminya. Kita doakan jemaah sehat selalu sehingga dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB menjelaskan, tahun ini JCH Kampar terbagi dalam 1 kloter penuh dan 2 kloter gabungan. Kloter penuh berada dalam Kloter 5 Embarkasi Batam.

“Adapun jumlah JCH kita yang tergabung dalam Kloter 5 ini berjumlah 445 orang, terdiri dari 438 orang jemaah, tiga orang Petugas Haji Daerah (PHD), satu orang TPHI, satu orang TPI HI, dan dua orang TKHI,” jelas Fuadi.

Fuadi Ahmad menjelaskan, JCH Kampar 5 ini akan diberangkatkan dari Bangkinang menuju Embarkasi Batam pada 5 Mei 2025. Kemudian diinapkan satu malam di Embarkasi Batam, kemudian pagi 6 Mei 2025 akan diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Fuadi menambahkan, kloter gabungan JCH Kampar berada dalam Kloter 6 dan Kloter 15 Embarkasi Batam. Fuadi mengimbau kepada seluruh panitia yang terlibat, khususnya panitia yang berada di lingkungan Kemenag Kampar untuk memberikan pelayanan yang prima dan maksimal.

JCH Kuansing Manasik Akbar

Seluruh JCH Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengikuti manasik haji akbar di Kemenag Kuansing, Senin (28/4/2025). “Semua JCH ikut manasik akbar. Mempraktikkan semua tahapan ibadah haji dan umrah,” kata Plh Kemenag Kuansing Dr H Bakhtiar Saleh, Senin (28/4).

Semua rangkaian manasik haji, lanjut Bakhtiar akan ditutup dengan manasik kabupaten, Selasa (29/4) hari ini. Kegiatan itu menandakan, selesainya semua bimbingan bagi jemaah. Dia berharap semua jemaah bisa memahami semua kegiatan manasik. 

Ditanya soal kondisi jemaah, Bakhtiar mengatakan, sejauh ini kondisi jamaah Kuansing dalam kondisi sehat dan baik. Semua JCH akan bertolak dari Telukkuantan menuju Pekanbaru pada 9 Mei 2025. Dan 10 Mei 2025 bertolak ke Batam. Dari embarkasi Batam ke Tanah Suci pada 11 Mei 2025.

Jumlah JCH Kuansing yang akan berangkat sesuai kuota dan porsi yang tersedia yakni 237 orang. Mereka tergabung dalam kloter 10 dan kloter 15. “Di mana yang lima orang tambahan terakhir, bergabung dengan kloter 15,” kata Bakhtiar.

Sebanyak 208 JCH asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) juga siap diberangkatkan. Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Kemenag Rohil H Khairul. “Terkait tahapan-tahapannya sudah oke, tinggal berangkat lagi sesuai dengan jadwal,” kata Khairul, Senin (28/4).

Namun menjelang pemberangkatan terang H Khairul, masih ada pelaksanaan manasik, Selasa (29/4) ini yang berlangsung satu hari. Khairul menerangkan, JCH Rohil berangkat ke Pekanbaru pada 15 April, selanjutnya diterbangkan ke Batam pada 16 April dan ke Jeddah pada 17 April 2025.

Untuk teknis pelepasan dari Rohil tambahnya masih belum diputuskan seperti apa karena akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah. Namun jika mengacu pelepasan tahun lalu, pemberangkatan dilepaskan secara seremoni oleh bupati atau wakil di Masjid Nur Affandi Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih.

Baca Juga: Jonathan Frizzy Terseret Kasus Vape Mengandung Zat Etomidate, Status Masih Saksi, Disebut Sakit Saat Dipanggil Penyidik

Sementara itu, keberangkatan 339 JCH Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menuju Embarkasi Batam ditetapkan melalui jalur udara. Sebelumnya ada beberapa pilihan yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu kepada pihak perwakilan JCH.

Keberangkatan JCH menuju Embarkasi Batam hingga ke Makkah dibagi dalam dua kloter. “Alhamdulillah agenda dan pola keberangkatan JCH menuju Embarkasi Batam sudah tuntas dibahas dan ditetapkan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Haji pada Kemeng Kabupaten Inhu, Abdul Razak, Senin (28/4).

“Acara pelepasan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati pada 7 Mei. Sejauh ini tidak ada kendala untuk keberangkatan JCH dan kami terus mengimbau jemaah agar menjaga kesehatannya,” sebutnya.

Lebih jauh disampaikannya, atas perpanjangan masa pelunasan keberangkatan oleh pemerintah beberapa waktu lalu, terdapat sebanyak 18 orang JCH dapat berangkat. Mereka tergabung dalam kloter nusantara dan sesuai jadwal berangkat pada 15 Mei 2025 mendatang.

Pemulangan Dialihkan dari Bandara Jeddah ke Madinah

Keterbatasan slot penerbangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, membuat puluhan kelompok terbang (kloter) jemaah Indonesia menjalani rute tidak sesuai skenario. Mereka akan masuk Arab Saudi dari Bandara Madinah dan pulang kembali ke Tanah Air dari Madinah. Padahal, skenario awal, mereka pulang ke Tanah Air dari Bandara Jeddah.

Perkembangan tersebut disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Senin (28/4). ”Ada 36 kloter gelombang satu yang akan pulang (ke Tanah Air) dari Bandara Madinah,” katanya.

Seperti diketahui, skema baku yang selama ini berjalan adalah jemaah haji gelombang I mengambil rute pemberangkatan dari Indonesia ke Madinah. Kemudian pulangnya dari Jeddah ke Indonesia. Khusus untuk 36 kloter tadi, setelah menunaikan ibadah haji di Makkah, mereka harus menempuh perjalanan darat sekitar 5-6 jam ke Madinah. ”Segala biaya yang timbul menjadi tanggung jawab maskapai,” kata Hilman.

Asrama Haji Sudah Siap

Dalam rapat itu, Hilman juga menyampaikan soal persiapan asrama haji. Sesuai jadwal, jemaah akan masuk asrama haji mulai 1 Mei. Pelepasan secara resmi dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Rencananya, jemaah diberangkatkan pukul 00.30 WIB pada 2 Mei.

Hilman mengatakan, rata-rata lama tinggal di Saudi adalah 41 hari. Karena dalam praktiknya nanti ada yang 40 hari dan 42 hari. Menyesuaikan pengaturan di lapangan. Sedangkan masa operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji masing-masing 30 hari.

”Satu hal yang juga dipesankan oleh pemerintah Saudi. Yaitu Kemenag, pemerintah Indonesia, diminta sosialisasi terkait kesadaran tidak menggunakan visa nonhaji,” katanya.

Pemerintah Saudi benar-benar berpesan jangan sampai ada masyarakat Indonesia yang nekat berhaji tanpa menggunakan visa haji. Pengalaman tahun lalu, masih ada warga Indonesia yang digerebek di hotel karena menggunakan visa nonhaji. Selain dideportasi, ada juga yang sampai menjalani proses hukum di sana.

Sementara itu, Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Yusron B. Ambary mengungkapkan, pihaknya akan membentuk tim khusus dalam pelaksanaan haji 2025. Tim ini bakal disiagakan selama 1 x 24 jam di Makkah maupun Madinah. Mereka bertugas melayani dan melindungi jemaah Indonesia.

Baca Juga: Telkomsel Perluas Akses Layanan Broadband di Kota Sawahlunto

Hal ini juga sebagai langkah antisipasi atas kasus-kasus yang banyak dihadapi jemaah haji selama di Saudi. Mulai paspor hilang, sidik jari tidak terbaca, berfoto di tempat-tempat yang dilarang, hingga kasus WNI yang berhaji dengan cara nonprosedural.

”Kasus yang banyak kita hadapi adalah ketidaktahuan jemaah terhadap aturan setempat sehingga banyak kejadian seperti mereka ditangkap karena foto sembarangan atau berfoto bersama menggunakan banner atau atribut tertentu,” paparnya.

KJRI Jeddah juga membuka call center atau Hotline Gardu Peduli yang bisa dihubungi melalui +966 50 360 9667. Jemaah haji ataupun WNI yang menghadapi kondisi darurat selama di Saudi bisa menghubungi nomor tersebut.

Petugas Haji Dilarang Pamer di Medsos

Sebanyak 388 petugas haji Indonesia resmi diberangkatkan ke Arab Saudi, Senin (28/4). Hari ini rombongan petugas haji akan tiba di Jeddah. Hilman menegaskan, setiap petugas harus menanggalkan ego pribadi selama bertugas. ”Saya masih ingat pesan Pak Menteri, jangan ada petugas yang lebih sibuk mengutamakan dirinya sendiri daripada melayani jemaah,” tambahnya.

Hilman Latief menekankan, petugas haji harus bijak saat menggunakan media sosial selama bertugas di Tanah Suci.

Menurut Hilman, media sosial boleh digunakan, tetapi harus proporsional, sewajarnya, dan tetap dalam koridor tugas pelayanan. Petugas dilarang flexing, jalan-jalan ke kota lain tanpa izin, atau mengganti seragam saat bertugas. ”Gunakan media sosial untuk menunjukkan kebaikan-kebaikan, bukan untuk flexing. Bertugas bukan untuk gaya-gayaan,” tegasnya.

Hilman menegaskan, setiap petugas haji wajib fokus pada tugas utama, yakni melayani jemaah dengan penuh tanggung jawab. Mengunggah konten pribadi yang berlebihan, meninggalkan tugas, atau bahkan melepas seragam untuk berwisata adalah pelanggaran berat yang akan dikenai sanksi.(ilo/kom/dac/fad/kas/wan/mia/oni/das)

 

 

 

Editor : Arif Oktafian
#ibadah haji #kemenag riau #jemaah calon haji 2025 #Keberangkatan Jemaah Haji 2025 #jch riau