JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Virus Covid-19 kembali jadi ancaman serius di 2025. Peningkatan kasus terjadi di sejumlah negara Asia. Du negaara Asia Tenggara (Singapura, Thailand) dan juga Hongkong akhir-akhir ini kasus kematian karena Covid-19 meningkat tajam.
Kondisi itu membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan warning ke masyarakat untuk tidak berpergian ke negara tersebut. Kemenkes mengeluarkan itu seiring digelarnya sejumlah agenda internasional yang berpotensi mendorong perjalanan lintas negara. Salah satunya konser Lady Gaga di Singapura pada 18 Mei 2025 lalu.
“Di tengah dinamika global, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, dalam keterangan resmi di Jakarta.
Aji menyampaikan bahwa varian Covid-19 yang tengah bersirkulasi di Singapura merupakan turunan dari varian JN.1. Varian ini disebut tidak menyebabkan peningkatan tingkat keparahan kasus. Namun, peningkatan jumlah kasus tetap terjadi, terutama akibat menurunnya imunitas kelompok masyarakat.
Ia menegaskan, lonjakan ini masih tergolong sebagai pola musiman dan belum menunjukkan kondisi yang membahayakan secara umum.
“Surveilans penyakit menular, termasuk Covid-19, terus kami perkuat, baik melalui sistem sentinel maupun pemantauan di pintu masuk negara,” ujar Aji.
Baca Juga: Anggota Polres Bengkalis Serahkan 15 WNA Asal Rohingya ke Rudenim Pekanbaru
Hingga saat ini, pemerintah belum memberlakukan pengetatan akses keluar-masuk negara. Namun, pengawasan tetap dilakukan secara ketat, terutama melalui penggunaan SatuSehat Health Pass (SSHP) di pintu-pintu masuk internasional.
Kemenkes menyarankan masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri jika tidak dalam keadaan mendesak atau sedang dalam kondisi kurang sehat.
“Kami mendorong masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di sana, dan menunda perjalanan apabila tidak mendesak atau dalam kondisi kurang sehat,” ujarnya.
Aji juga mengingatkan protokol kesehatan dasar masih perlu diterapkan, termasuk mencuci tangan, memakai masker saat mengalami gejala batuk atau pilek, serta memeriksakan diri jika mengalami tanda-tanda infeksi saluran napas.
Lebih jauh, masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi booster atau termasuk dalam kelompok rentan, seperti lansia dan penderita komorbid, sangat dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi.
“Masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap penting. Kami pastikan langkah-langkah deteksi dini, pelaporan, dan kesiapsiagaan terus kami jalankan untuk menjaga situasi nasional tetap aman,” pungkas Aji.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS ke 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.***
Editor : Edwar Yaman