RIAUPOS.CO - Perseteruan Ridwan Kamil (RK) dengan Lisa Mariana di meja hijau masih berlangsung.
Dalam persidangan perdata yang bakal digelar pada Senin (30/6/2025) mendatang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, pihak Ridwan Kamil akan menghadirkan Revelino Tuwasey, pria yang ngaku ayah biologis anak Lisa Mariana, Cellina Azzura.
Kabar itu disampaikan oleh kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butarbutar, Jumat (27/6/2025) kepada wartawan.
Muslim menyebut, dalam sidang selanjutnya akan digelar Senin (30/6/2025) nanti, pihaknya akan menghadirkan Revelino Tuwasey di PN Bandung.
Adapun agendanya adalah pembacaan permohonan intervensi pria yang mengaku ayah biologis anak Lisa Mariana, Revelino Tuwasey.
"Tanggal 30 Juni pembacaan permohonan intervensi dari Revelino," ucap Muslim.
Seperti ramai diberitakan, sebelumnya Lisa Mariana mengklaim bahwa anak perempuan bernama Cellina Azzura adalah anak biologis dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Namun di sisi lain, muncul pria Revelino Tuwasey yang juga mengaku ayah biologis dari Cellina Azzura.
Lisa memang memiliki hubungan spesial dengan Ridwan Kamil dan Revelino Tuwasey dalam kasus ini.
Kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butarbutar menjawab tudingan soal pernyataan kuasa hukum Lisa Mariana, Markus Nababan, terkait ganti rugi Rp105 miliar yang dianggapnya halusinasi.
"Kita buktikan saja di Pengadilan Negeri Bandung, justru gugatan dia yang halusinasi, ilusi, dan mengada-ada," ujar Muslim kepada wartawan, Jumat (27/6/2025).
Berita sebelumnya, Markus Nababan menyebut tuntutan Rp 105 miliar dari pihak Ridwan Kamil adalah halusinasi dari pihak Ridwan Kamil.
"Terkait gugatan yang Rp 100 M itu menurut saya sangat halu itu, terlalu dibuat-buat dan tidak berdasar hukum. Duit siapa Pak Rp 100 miliar? Memang kerugian nama baik apa Pak?" katanya lagi.
Terkait tuntutan Rp105 miliar yang diajukan Ridwan Kamil dalam gugatan balik di PN Bandung, kubu Lisa Mariana siap menghadapinya.
"Kita tim kuasa hukum sangat siap menghadapi semua tuntutan-tuntutan dari Bapak dan tim kuasa hukumnya," tegasnya.
Editor : M. Erizal