JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengajak Selandia Baru untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan, khususnya melalui sektor perdagangan.
Ajakan ini disampaikan Wamendag Roro Esty saat menghadiri jamuan makan siang bersama para perempuan anggota parlemen lintas partai (bipartisan) Selandia Baru di Auckland, Selandia Baru, Senin (30/6/2025) kemarin.
“Pertemuan ini mencerminkan solidaritas antara Indonesia dengan Selandia Baru dalam mendorong peran strategis perempuan pada ekosistem perdagangan global. Kami berharap, kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Roro dalam keterangan resminya, Selasa (1/7/2025).
Baca Juga: Karhutla di Kampar Belum Padam, BPBD Riau Ajukan Penambahan Helikopter Water Bombing
Roro menambahkan, perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, ketahanan masyarakat, dan inovasi. Di Indonesia, hal ini tercermin dari 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dikelola oleh perempuan.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia terus berkomitmen memperluas akses bagi perempuan melalui pelatihan, digitalisasi usaha, serta fasilitasi perdagangan luar negeri.
Meski demikian, lanjut Wamendag Roro, perempuan sebagai pelaku UMKM masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan hingga rendahnya partisipasi dalam rantai pasok ekspor.
Baca Juga: MTQ Ke-43 Provinsi Riau: Final Fahmil, Kafilah Bengkalis Juara 2 Putri dan Juara Tiga Putra
Untuk itu, Indonesia mendorong penguatan kebijakan perdagangan yang berpihak dan menjamin kesetaraan peluang bagi UMKM yang dikelola perempuan.
Pada kesempatan itu, Roro juga menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan Selandia Baru dalam isu kesetaraan gender, baik dalam parlemen maupun kebijakan publiknya.
“Pengalaman Selandia Baru dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat jaringan antar perempuan dan menciptakan kolaborasi konkret di bidang perdagangan, pendidikan, dan kemitraan antar masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Pembelajaran Dimulai 7 Juli, Disdik Inhil Ingatkan Sekolah Patuhi Aturan
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Negara untuk Perdagangan dan Investasi Selandia Baru Nicola Grigg, anggota parlemen Selandia Baru dari Partai Nasional (National Party) Melissa Lee dan Partai Buruh (Labour Party) Arena Williams, serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru Kathy Errington.
Sementara itu, Wamendag Roro didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Fajarini Puntodewi dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad Fajar Shiddiq.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Teladan Tanoto Foundation 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Ketentuannya
Menteri Grigg menyambut baik ajakan kolaborasi yang disampaikan Wamendag Roro dan menyatakan komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia dalam pemberdayaan perempuan melalui perdagangan.
Grigg menilai, kolaborasi antarnegara sangat penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih inklusif, terutama bagi perempuan sebagai pelaku UMKM di komunitas lokal dan pedesaan.
“Selandia Baru terus mendorong keterlibatan perempuan dalam rantai nilai global melalui kebijakan yang berpihak dan dukungan lintas sektor,” pungkasnya.(yus)
Editor : Edwar Yaman