TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Si Tukang Tari Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari, Kacamatan Kuantan Tengah, Rayyan Arkan Dikha, Rabu (9/7/2025) siang, akhirnya bertemu dengan Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon di Kantornya Jakarta.
Dikha yang terlihat menggunakan busana Melayu lengkap Kuansing itu, didampingi langsung Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kuansing.
Kedatangan murid SD Negeri 013 Desa Pintu Gobang Kari yang masih duduk di kelas V, putra dari Jupriono dan Rani Ridawati itu, juga ditunggu awak media cetak dan elektronik yang ingin mengabadikannya.
Dalam pertemuan itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon memberikan apresiasi yang luar biasa yang sudah membuat kultur asal Kabupaten Kuansing, Riau dan Indonesia itu dikenal luas mancanegara hingga viral.
Dia melihat pacu jalur memang unik. Fadlizon pun berjanji akan mengusulkan tradisi pacu jalur yang sudah berusia 122 tahun itu ke organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan dunia, Unesco.
"Kita akan mengusulkan pacu jalur ini ke Unesco. Meski antre begitu banyak, tetap akan kita usulkan," ujar Fadli Zon.
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby sendiri menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan dari Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.
Dia berharap, usulan dari Indonesia lewat Kementerian Kebudayaan RI membawa pacu jalur ini suatu saat terkabulkan.
Sehingga pacu jalur yang sekarang menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia bisa semakin dikenal dunia yang nanti akan berdampak luas dalam peningkatan ekonomi dan budaya masyarakat Kuansing ini.
Sebelum bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ibu Dikha, Rani Ridawati yang dihubungi Riaupos.co menyebutkan kalau hari ini, Dikha sudah tampil di siaran TV swasta nasional dalam program Pagi-pagi Ambyar, Rumpi no Secret.
Dia berharap apa yang dilakukannya putranya, bisa mengharumkan nama Kuantan Singingi, Riau, keluarga, desanya dan bagi putranya sendiri dimasa akan datang.
Editor : Rinaldi