RIAUPOS.CO - Rayuan Brigadir Nurhadi terhadap Melanie Putri, wanita yang dibawa Ipda Haris Chandra diduga jadi pemicu kasus tewasnya korban.
Selain Misri Puspita Sari yang dibawa Kompol I Made Yogi Purusa Utama, wanita lainnya adalah Melanie Putri yang dibawa oleh Ipda Haris untuk ikut dalam liburan singkat di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dilansir dari Lombok Post, Jumat (11/7/2025) Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Syarif Hidayat menyampaikan bahwa rayuan Nurhadi terhadap Melanie sudah dibenarkan oleh saksi yang berada di lokasi kejadian. Yakni saksi Misri Puspita Sari, teman perempuan Kompol Yogi.
”Ada peristiwa almarhum mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Diduga merayu dan itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP,” ungkap Syarif.
Yan Mangandar Putra selaku pengacara Misri pun membenarkan hal itu. Menurut Yan, kliennya sempat melihat Brigadir Nurhadi mencium Melanie.
Walaupun peristiwa itu terjadi di tengah kondisi kurang kesadaran akibat narkoba dan obat terlarang, Misri sempat mengingatkan Nurhadi. Bahwa Melanie dibawa oleh Haris.
”Saat semua mengalami kondisi kurang sadar, Misri sempat melihat Nurhadi mendekati sampai menciumi Melanie Putri di atas kolam. Misri menegur Nurhadi dengan mengatakan jangan begitu, itu cewek abangmu,” terang Yan.
Tidak lama setelah itu, Haris dan Melanie kembali ke kamar mereka di hotel sebelah. Sementara Yogi masuk kamar di villa. Misri memilih duduk di sekitar kolam. Nurhadi melanjutkan berendam.
Misri Puspita Sari sempat membuat rekaman video saat Nurhadi masih berendam. Setelah itu dia masuk kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, lanjut Yan, Misri melihat Nurhadi sudah tergeletak di dasar kolam renang. Dia lantas memanggil Yogi. Yogi pun berusaha menyelamatkan Nurhadi.
Hijrat Prayitno, selaku pengacara Kompol Yogi, membantah bahwa kliennya membunuh Brigadir Nurhadi. Menurut Hijrat, Yogi yang pertama kali mengangkat korban dari dasar kolam dan memberikan bantuan.
”Justru Kompol Yogi yang mengangkat korban dari dasar kolam, memberikan bantuan CPR,” imbuhnya.
Dia mengklaim tindakan Yogi membuat Nurhadi masih hidup saat itu. Namun saturasinya rendah sehingga harus dibawa ke klinik. Di klinik itulah Nurhadi dinyatakan sudah tidak bernyawa.
Editor : M. Erizal