Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perlu Intervensi Teknologi untuk Atasi Karhutla di Rohil, Ini Kata Menteri LH Hanif

Zulfadli • Rabu, 23 Juli 2025 | 17:11 WIB
Bupati Rohil H Bistamam bersama Menteri LH Dr Hanif Faisol Nurofiq, forkopimda dan satgas usai pertemuan di Mess Pemda Rohil di Bagansiapiapi, Rabu (23/7/2025).
Bupati Rohil H Bistamam bersama Menteri LH Dr Hanif Faisol Nurofiq, forkopimda dan satgas usai pertemuan di Mess Pemda Rohil di Bagansiapiapi, Rabu (23/7/2025).

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) -- Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq, berkunjung ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) guna melihat langsung kondisi kejadian kebakaran hutan atau lahan (Karhutla) di Negeri Seribu Kubah.

Kondisi karhutla di Rohil memang tengah menyita perhatian. Disebabkan sebaran kejadian karhutla yang cukup banyak dampaknya berupa kabut asap yang telah terjadi.

Salah satu titik yang ditinjau adalah bekas karhutla di Kecamatan Kubu. Dalam tinjauan ke lapangan, Menteri Hanif menyatakan pihaknya akan segera menyusun rencana tindak lanjut berbasis fakta lapangan untuk memastikan efektivitas upaya yang telah dilakukan.

"Saat melintasi, kami melihat secara langsung bahwa kepadatan asap masih cukup tinggi di beberapa titik. Ini adalah sinyal bahwa penanganan harus semakin intensif dan terkoordinasi dengan baik," kata Hanif, di Bagansiapiapi, Rabu (23/7/2025).

Dirinya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap soliditas dan kolaborasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rohil dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Menteri Hanif menilai kekompakan lintas sektor antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait menjadi faktor krusial dalam percepatan pengendalian karhutla yang berdampak secara regional dan lintas batas negara.

"Penanganan karhutla di Rohil bukan hanya menjadi persoalan lokal, tetapi telah meningkat menjadi isu nasional bahkan regional. Api yang masih menyala dan kepulan asap yang signifikan menuntut perhatian kita bersama, terutama karena posisi geografis Rohil yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," ujarnya.

Lebih lanjut, Dr Hanif menegaskan bahwa kemneteriannya memiliki mandat strategis sebagai Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) atau Pusat Koordinasi Pengendalian Pencemaran Asap Lintas Batas di kawasan ASEAN.

Keberadaan sekretariat ini di Indonesia menempatkan Kementerian LH pada posisi sentral dalam menjelaskan dinamika pengendalian kabut asap kepada negara-negara anggota ASEAN.

"Kita adalah tuan rumah sekretariat pusat kordinasi pengendalian kabut lintas batas di ASEAN, oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan penjelasan yang komprehensif kepada para mitra regional, termasuk kepada para duta besar ASEAN, mengenai langkah-langkah konkret yang telah dan sedang diambil Pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla, khususnya di wilayah Rohil," katanya.

Menteri Hanif juga mengungkapkan niatnya untuk segera mengundang para duta besar negara-negara ASEAN dalam sebuah forum terbatas guna menyampaikan secara langsung kondisi terkini dan upaya penanganan karhutla yang dilaksanakan secara terpadu oleh Pemerintah Kabupaten Rohil, Pemerintah Provinsi Riau, serta instansi pusat di bawah koordinasi langsung Presiden Republik Indonesia.

"Langkah-langkah responsif, mulai dari pemadaman darat oleh TNI-Polri, dukungan BPBD, hingga intervensi teknologi seperti modifikasi cuaca akan terus dimaksimalkan. Fokus utama kita hari ini adalah memastikan asap segera berakhir, karena dampaknya tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga pengendalian pencemaran lintas negara," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Rohil, H Bistamam, menyampaikan terima kasih atas perhatian langsung yang diberikan oleh Menteri LH RI. Menurutnya, kehadiran Menteri di tengah masyarakat memberikan semangat baru bagi semua unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Rohil, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Bapak Menteri. Api memang sudah mulai terkendali, namun masih dibutuhkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terjadi titik api baru," ujar Bupati.

Ia juga menekankan bahwa karakteristik lahan gambut di wilayah pesisir Rohil menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman, mengingat keterbatasan sarana prasarana, terutama alat pemadam berbasis pompa air. "Kami berharap dukungan pusat dalam bentuk penambahan armada, serta realisasi hujan buatan melalui operasi udara. Hal ini sangat penting agar api bisa dipadamkan secara tuntas dan masyarakat dapat kembali hidup dalam kondisi aman serta sehat," kata bupati.



Editor : Rinaldi
#karhutla rohil #Menteri LH #kabut Asap #teknologi